Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Proyek Percontohan Teknologi CMP

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20998.jpg

    BANDUNG-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), merilis bahwa Overpass Pelangi Antapani merupakan proyek percontohan dengan teknologi Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP) yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, struktur baja yang digunakan di jembatan tersebut berbentuk corrugated atau armco dengan tiga jumlah bentang.

    “Panjang untuk bentang tengah adalah 22 meter dengan tinggi ruang bebas vertikal 5,1 meter dan lebar bentang lainnya (u-turn) adalah 9 meter,” ujarnya.

    Menurut Basuki, CMP adalah teknologi yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PUPR yang merupakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang.

    "Dengan panjang yang sama biasanya fly over ini harganya Rp 100 miliar, tetapi Overpass hanya Rp 30 miliar sehingga bisa menghemat biaya cukup besar,” katanya.

    Pembangunan proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pusjatan Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Korea.

    Dari anggaran Rp 35 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan Overpass Antapani, komposisi pembiayaan terdiri dari Rp 22 miliar berasal dari Pusjatan Kementerian PUPR, Rp 10 miliar dari Pemerintah Kota Bandung, dan Rp 3 miliar dari Pemerintah Korea dalam bentuk komponen material.

    Selain itu, waktu pengerjaan konstruksi juga jauh lebih cepat dari teknologi biasanya. Normalnya, pengerjaan sebuah proyek fly over bisa memakan waktu hingga 12 bulan, namun dengan metode baru ini, durasi pembangunan hanya 6 bulan saja.

    Basuki menyatakan, overpass ini telah mengalami berbagai tahap pengujian, mulai dari uji statis maupun dinamis sehingga dipastikan jembatan ini telah laik untuk digunakan.

    "Namun masih dimonitor juga performancenya, kira-kira setahun, untuk di kota saja. Dan kedepan Kementerian PUPR berencana untuk membangun satu jembatan lagi di Kota Bandung, namun letaknya masih belum dipastikan, antara di Jalan Laswi atau Jalan Garuda,” tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus