Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sejumlah Kenaikan Harga Picu Inflasi Januari 2017

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21143.jpg

    BANDUNG–Bank Indonesia mencatat tekanan inflasi Jawa Barat pada awal tahun 2017 mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari tingkat inflasi bulanan Januari 2017 sebesar 0,77% (mtm) atau meningkat dibanding Desember 2016 sebesar 0,36%.

    Suarpika Bimantoro, Deputi Direktur BI Kanwil Jabar menyebutkan secara tahunan, inflasi Jawa Barat juga meningkat dari 2,75% menjadi 2,94% pada Januari 2017.

    “Peningkatan tekanan inflasi ini terutama didorong oleh kebijakan pemerintah menaikkan beberapa tarif barang di awal tahun 2017, seperti tarif listrik, biaya administrasi STNK, bensin non subsidi, serta cukai rokok,” jelasnya, Kamis (2/2).

    Secara historis, realisasi inflasi bulanan Januari 2017 ini lebih tinggi dibanding polanya yaitu rata-rata periode 2012-2016 sebesar 0,57%. Secara komponen pembentuknya, tekanan inflasi Januari 2017 didorong oleh inflasi kelompok administered prices (AP) sebesar 2,57% (mtm) yang lebih tinggi dibanding rata-rata historisnya sebesar -0,39% (mtm). Di sisi lain, inflasi kelompok volatile food (VF) sebesar 0,04% (mtm) tercatat jauh lebih rendah dibanding rata-rata historisnya sebesar 2,28% (mtm).

    Meski terdapat gejolak harga cabai rawit pada awal pekan bulan Januari. Rendahnya inflasi kelompok VF ini terutama didorong oleh terjaganya stok pangan sejumlah komoditas utama seperti beras, cabai merah, dan bawang merah.

    Selain itu, berlangsungnya libur tahun baru dan libur sekolah di awal bulan serta Imlek di akhir bulan meningkatkan permintaan domestik sehingga turut mendorong kenaikan pada inflasi core non traded yang meningkat dari 0,31% (mtm) di Desember 2016 menjadi 0,71% (mtm). jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus