Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    279 Desa di Jabar Dapat Bantuan Dana APBN 2011

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ir.H_.-Yudi-Widiana-Adia,-MSi_.jpg

    BANDUNG-Anggota Komisi V DPR RI, Ir.H. Yudi Widiana Adia, MSi mengungkapkan, sebanyak 279 desa di Jawa Barat mendapatkan bantuan dana masing-masing Rp 250 juta dari APBN 2011. Dana yang seluruhnya berjumlah kurang lebih Rp 69 Milyar itu diambil dari dana Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang digulirkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum.

    “Dana untuk pembangunan infrastruktur perdesaan itu akan digelontorkan langsung oleh Kementrian Keuangan kepada masing-masing desa penerima. Jadi, tidak melalui kas Pemerintah Provinsi Jabar atau kas masing-masing kabupaten/kota. Sedangkan mengenai dana pendampingnya ditangani oleh Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat,” kata politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI itu kepada jabarprov.go.id, di Bandung, Senin (18/4).

    Desa-desa yang mendapatkan bantuan dana PPIP masing-masing Rp 250 juta itu, menurut Yudi, adalah desa-desa yang dinilai agak tertinggal dan memiliki potensi ekonomi, sehingga perlu dengan cepat melakukan pergerakan hasil produksi.

    Yudi menjelaskan, PPIP yang diusung oleh pemerintah pusat tersebut tidak akan bertabrakan dengan program-program yang diusung baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota, misalnya dengan Program Desa Peradaban yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “PPIP tidak akan bertabrakan dengan Program Desa Peradaban yang digulirkan oleh Pemprov Jabar karena desanya beda. Kita berusaha untuk berbeda dengan desa baik yang di-support oleh pemprov maupun pemkab/pemkot. Dalam undang-undang tentang desa dijelaskan bahwa desa itu bisa diintervensi oleh pemkab/pemkot, pemprov dan pemerintah pusat. Karena intinya dari pembangunan itu adalah di desa, walaupun sekarang, khususnya di Jabar memang pergerakan penduduk hampir 50:50 antara desa dan kota,” imbuhnya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus