Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tiap 60 Detik, 1 Anak di Dunia Alami Kebutaan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21175.jpg

    BANDUNG-Setiap 60 detik, 1 anak di seluruh dunia menjadi buta. Padahal 80% penyebab kebutaan pada anak bisa dicegah melalui pemeriksaan dan tindakan segera. 

    Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mengatakan deteksi dini white pupil (pupil putih) menjadi hal yang sangat penting dalam pencegahan kebutaan pada anak. "Mata itu adalah indera yang utama", katanya kepada wartawan di Bandung, Minggu (5/2/2017)

    Nila mengatakan, gangguan penglihatan apalagi kebutaan pada anak menimbulkan dampak yang sangat besar pada kehidupan dan masa depan anak itu sendiri

    "Gangguan ketajaman mata atau gangguan refraksi banyak dialami anak-anak bisa mengganggu prestasi belajar mereka”, ujar Menkes.

    Menkes menambahkan, melalui kampanye pupil putih ini diharapkan masyarakat lebih mengetahui, menyadari sehingga mampu mendeteksi dini adanya katarak, bahkan retinoblastoma di dalam mata seorang anak. 

    Menurutnya, Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata yang sering terjadi pada anak. Leukocoria (pupil putih) atau seperti “mata kucing” merupakan tanda klinis awal yang sering ditemukan oleh orang tua atau orang-orang di sekitar pasien. Insidensi retinoblastoma berkisar 1:16.000 dan 1:18.000 kelahiran hidup.

    “Terlihat warna putih pada pupil matanya, seperti mata kucing. Lebih jelas bila pada kondisi ruangan redup/gelap atau pada saat terkena flash lampu kamera,” jelasnya

    Lebih jauh Nila mengungkapkan, white pupil ini merupakan tanda bahaya. Bukan hanya dapat mengancam penglihatan namun juga mengancam nyawa seseorang.

    “Pendekatan keluarga dalam deteksi dini ini sangat penting. Jika ditemukan tanda white pupil ini atau gangguan penglihatan lainnya, segera periksakan anggota keluarga ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan tindakan guna menghindarkan dari risiko kebutaan”, pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus