Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Keberhasilan Pembangunan Pertanian Realistis

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Ruddy-Gandakusumah,-SH,-MH.(2)a_1.jpg

    Pemprov. Jabar, sehubungan dengan munculnya beberapa pertanyaan/kritikan atas keberhasilan pembangunan pertanian sebagaimana yang dilaporkan dalam LKPJ, hal-hal yang disampaikan sesuai dengan fakta yang ada dalam arti keberhasilan pembangunan pertanian realistis.

    Hal demikian, mengemuka dalam konpres jajaran pimpinan Pemprov. Jabar, dengan moderator Karo Umum, Humas dan Protokol DPRD Jabar, Ruddy Gandakusumah bertempat di Menara Gedung Sate (19/4).

    Dalam pertemuan tersebut, diungkapkan kepiawian masyarakat Jabar mengolah sawah dengan baik dan memanfaatkan iklim yang menguntungkan pada tahun 2010, membuahkan hasil pertanian padi yang melimpah.

    Atas usaha petani, Jabar menerima penghargaan P2BN dari Presiden. Penghargaan tersebut, diberikan kepada Jabar karena telah berhasil mencapai produksi padi pada tahun 2010 sebesar 10,7 ton GKG.

    Pencapaian tersebut, dibandingkan dengan tahun 2009 meningkat 3,67% atau sebesar 11.322.681 ton. Hal ini berarti, Jabar berhasil menyumbang 18,9% pasokan beras nasional. Meskipun areal sawah menyusut, Jabar mendapat berkah dari peningkatan luas panen yang disebabkan pengaruh cuaca yang banyak turun hujan dan ketersediaan air lebih banyak sehingga para petani bisa menanam padi lebih dari dua kali dalam setahun, baik di lahan sawah maupun di lahan ladang sehingga terjadi peningkatan Indeks Pertanaman (IP).

    Selain itu, diupayakan peningkatan produksi melalui penerapan teknologi budidaya pertanian yang disebarkan melalui Sekolah-sekolah Lapang Pengembangan Teknologi Terpadu dan System of Rice Intensification.

    Sementara itu, Kadis Pertan Jabar, Endang Suhendar dalam pertemuan tersebut menambahkan dalam pencapaian produksi beras di Jabar diakui ada beberapa gangguan diantaranya gangguan OPT yang menyerang areal sawah di beberapa daerah.

    Namun, serangan tersebut tidak menimbulkan dampak begitu besar karena jumlah produksi beras Jabar dalam tahun 2010 masih menempati peringkat pertama dalam memberikan kontribusi beras nasional dengan prosentasenya mencapai 18%.

    Diakui, produktivitas mengalami penurunan. Dalam rangka mempertahankan produktivitas, berbagai program sudah dipersiapkan diantaranya fasilitasi bantuan pupuk organik, untuk kepentingan tersebut diupayakan melalui pemberian alat pembuat pupuk organik. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus