Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Disperindag Jabar Temukan Ratusan Barang Kadaluarsa

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21242.jpg

    KAB. CIREBON-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, dalam kegiatan pengawasan barang beredar ke kawasan Desa Weruseta, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (8/2), menemukan ratusan jenis barang yang sudah kadaluarsa. Dari hasil pemantauan, jenis barang kadaluarsa, meliputi makanan, minuman dan produk lainnya. Jenis barang kadaluarsa, antara lain makanan dan minuman olahan, mie instan, bumbu masak dan pemper untuk bayi.

    Pengawasan dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) langsung dipimpin Kadisperindag Jabar, Dr. Hening Widiatmoko, MA. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Perlindungan Konsumen Bismark, SH, MM, dan Kadisperindag Kabupaten Cirebon Deni Agustin.

    Dalam kegiatan sidak tersebut, pemilik usaha tersebut, Teguh tak berkutik ketika rombongan tersebut datang. Dihadapan pemilik, Hening menyampaikan keterangan bahwa usaha yang dilaksanakan jelas-jelas merupakan pelanggaran hukum. Dari temuan semasa sidak, Disperindag Jabar juga menemukan bahwa usaha tersebut tidak mengantongi izin dari Disperindag Kabupaten Cirebon.

    Usaha tersebut yang menampung barang kadaluarsa untuk selanjutnya dijual kembali ke masyarakat, merupakan perbuatan melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

    Disperindag Jabar atas temuan ini meminta kepada pelaku usaha untuk segera menghentikan kegiatan usaha ini. Dalam sidak, Disperindag Jabar juga mengeluarkan Surat Perintah kepada pemilik perusahaan untuk menghentikan usahanya.

    "Usaha yang mengelola barang kadaluarsa akan terus diawasi baik oleh Pemkab setempat maupun Pemprov. Jabar. Pengawasan akan terus berlanjut. Ditemukannya praktik penampungan barang kadaluarsa serta pengedaran barang kadaluarsa merupakan respon dari pemerintah atas adanya laporan dari masyarakat," tutupnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus