Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Warga Binaan Asal DKI Terancam Kehilangan Hak Pilih

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21300.jpg

    BANDUNG-Sekitar 1.000 warga binaan asal DKI Jakarta yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung akan kehilangan hak suaranya. Sebab belum jelas teknis mengenai proses pemungutan suaranya seperti apa oleh KPU DKI Jakarta.

    Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar, Susy Susilawati mengatakan hingga saat ini,  pihaknya belum ada koordinasi dengan KPU DKI Jakarta, terkait teknis pemungutan suara bagi warga binaan di seluruh Lapas atau Rutan di Jabar yang ber-KTP DKI Jakarta.

    “Kami belum ada koordinasi dengan KPU perihal itu,” jelas Susy, Minggu (12/2/2017)

    Susy mnjelaskan 1.000 warga binaan ber-KTP DKI yang berada di lapas Sukamiskin itu berasal dari Bekasi, Bogor, Sukabumi dan Karawang. Namun semuanya tidak berhak melakukan pemilihan Pilgub DKI, karena yang berhak memberikan hak suara saat pemilu adalah warga binaan yang dihukum di bawah 5 tahun.

    “Tidak semuanya berhak melakukan pencoblosan, karena yang berhak memberikan hak suara saat pemilu adalah warga binaan yang dihukum di bawah 5 tahun. Sedangkan untuk yang dihukum di atas 5 tahun tidak berhak,” jelasnya.

    Susy menambahkan, pihaknya masih menunggu peran aktif KPU terkait hak politik warga binaan yang bisa mencoblos di Pilkada serentak ini, khususnya DKI Jakarta.

    “Kami masih menunggu dari KPU, kami akan terima seperti apa teknisnya bila memang para warga binaan ini diberi kesempatan mencoblos,” pungkas Susy.

    Menurutnya, warga binaan ini dipastikan akan hilang hak suaranya jika peran dan fungsi KPU tidak dilakuan secara maksimal dalam pendidikan politi kepada masyarakat.

    "Tentu yang rugi ke tiga pasangan kandidat Cagub DKI Jakarta, jika pencoblosan di lapas tidak digelar KPU,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus