Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kampanye Pencegahan HIV/AIDS di Pangandaran

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21349.jpg

    BANDUNG-AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia menggelar kampanye pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Pangandaran, Selasa (14/2).

    Melalui kerja sama dengan lima mitra kerjanya yaitu Yayasan Mata Hati Pangandaran, Perkumpulan Setia Indonesia Indramayu, Yayasan Resik Purwakarta, Yayasan LAYAK Jakarta, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DKI Jakarta, kampanye pencegahan HIV/AIDS menyasar kelompok berisiko tinggi tertular HIV/AIDS, seperti pembeli seks dan pekerja seks komersial.

    Kegiatan yang bertepatan dengan International Condom Day 2017 ini mengambil tema “Always in Fashion”. Kegiatan dikemas dengan berbagai atraksi seni budaya sehingga diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat dan memberikan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Sejumlah ajakan menjaga kesehatan seksual dan penggunaan kondom yang tepat sasaran dilakukan mengingat tingginya temuan kasus HIV/AIDS akibat hubungan seksual berisiko, seperti pada praktik prostitusi atau berganti-ganti pasangan.

    Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari dalam sambutannya mengatakan pengurangan risiko tertular HIV salah satunya adalah dengan penggunaan kondom, terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi saat melakukan hubungan seksual.

    “Pengetahuan tentang alat kontrasepsi yang juga berfungsi sebagai pencegah penularan HIV ini perlu diinformasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Adang juga mengakui, penggunaan kondom sampai sekarang masih menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Ada yang menerima dan ada yang menolak.

    “Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengajak semua pihak untuk memerhatikan kasus HIV/AIDS dan mendukung program penanggulangannya dengan mensosialisasikan penggunaan kondom bagi setiap orang yang berisiko tertular. Kami sama sekali tidak melegalkan perzinahan dengan kegiatan ini. Maka kita harus hati-hati dan tepat sasaran dalam mensosialisasikannya,” tambah Adang lebih jauh.

    Seperti diketahui, data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga September 2016, jumlah kumulatif infeksi HIV di Indonesia mencapai 219.036 kasus dan jumlah AIDS mencapai 82.968 kasus. Hubungan seksual berisiko secara heteroseksual menjadi faktor tertinggi penularan kasus HIV/AIDS hingga mencapai 66%. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus