Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jamsostek Masih Tunggu Sinergitas Antar BUMN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Jamsostek4.jpg

    Jakarta - Kesadaran perusahaan untuk menyampaikan laporan jumlah tenaga kerja dan nilai gaji karyawannya sesuai kondisi sebenarnya
    masih kurang. Disinyalir hanya 50% perusahaan peserta yang melakukan tindakan nakal seperti itu.

    "Jumlahnya masih sangat banyak, kenakalan perusahaan ini saya perkirakan mencapai 50% dari total perusahaan peserta Jamsostek, ujar
    Hotbonar Sinaga, Dirut PT Jamsostek (Persero) di kantor Telkom Pusat, Jakarta pekan lalu.

    Perilaku itu disayangkan Hotbonar. Sebab menurut dia ternyata kebanyakan yang nakal adalah perusahaan nasional (dalam negeri) bahkan
    diantaranya merupakan perusahaan BUMN.

    "Kepatuhan perusahaan nasional masih belum cukup, berbeda dengan perusahaan asing yang menjadi peserta Jamsostek, mereka melaporkan dengan benar 100%."

    Dia membandingkan sebuah perusahaan minyak internasional dengan jumlah karyawan sekitar 5000 orang membayar iuran Jamsostek diatas Rp1 miliar perbulannya, namun sebuah BUMN besar yang selalu untung dengan jumlah karyawan empat kali lebih banyak, nilai iurannya hanya sekitar Rp700 juta per bulan.

    "Ini kan dengan kasat mata jelas terlihat ada yang ganjil. Makanya saya akan bertemu dengan jajaran direksinya untuk membahas masalah
    ini. Kalau masih begini, mana sinergi antar BUMN-nya?" tegas Hotbonar.

    Dia menambahkan, perusahaan selama ini hanya mendaftarkan karyawan tetap untuk masuk menjadi peserta Jamsostek, padahal sesuai aturan, seluruh pekerja baik dari anak perusahaan, outsourching, atau tenaga kontrak wajib didaftarkan perusahaan induk untuk masuk Jamsostek.

    "Contohnya Telkom itu banyak anak perusahaannya, karyawan pada anak perusahaan juga harus ikut Jamsostek. Saya juga mendengar masih ada direksi beberapa perusahaan besar yang belum ikut Jamsostek, ini kan aneh dan sangat disayangkan." Guh

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus