Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    IGRA Profesional Bentuk Kader Islami Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21556.jpg

    KABBANDUNG- Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) harus berjalan profesional, khususnya dalam mengembangkan Iman dan Taqwa (Imtak) serta memperkuat spiritual dan inteletual.

    IGRA akan mejadi garda terdepat mencetak kader islami masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandng H. Dadang M Naser, SH.,M.Ip saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III IGRA Kabupaten Bandung, yang dilaksanakan di Aula Riung Panyauangan Soreang, Kamis (23/2).

    “Para guru yang bersatu dalam IGRA ini harus lebih profeisonal, khususnya dalam mencetak kader islami masa depan. Semua harus sinergis antara IGRA, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), dan Taman Kanank-kanak (TK),”Ungkap Bupati.

    Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Bandung pada pendidikan, sangat bagus. Bupati mengatakan, alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) yang dikeluarkan mencapai 34%.

    “34% dari APBD Pemkab, sudah dialokasikan untuk pendidikan di Kabupaten Bandung. Ini melebihi ketentuan dari Kementrian Pendidikan bahwa alokasi dana untuk pendidikan adalah 20% dari APBD,” ucapnya.

    Pengalokasian tersebut lanjut Dia,  baru bisa menyentuh secara lembaga, namun dinilai belum cukup memadai bagi kesejahteraan tenaga pendidik.  Dari hal itu, Bupati berharap dari rencana Pemkab mengenai pembangunan Zakat Center, permasalahan kesejahteraan para tenaga pendidik dalam IGRA bisa diselesaikan melalui gerakan sabilulungan sejuta muzaki.

    “Dana itu baru bisa menyentuh untuk organisasi kelembagaan, belum pada individunya. Namun saya harap, dengan akan dibangun dan dikelolanya Zakat Center, melalui gerakan sejuta muzaki, masalah kesejahteraan ini akan diatasi untuk kejayaan umat islam di Kabupaten Bandung,” harapnya.

    Sementara Ketua Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung, H. Dah Saepulloh menguraikan, saat ini keberadaan lembaga setara taman kanak-kanak, terdapat 800 lembaga, namun berdasarkan data  Kemenag Provinsi,  baru 726 lembaga dengan 27 ribu siswa, yang  sudah terdata secara resmi.

    “Saat ini, jumlah guru untuk lembaga setingkat TK, mencapai 3.027 guru non PNS dan guru PNS nya hanya 27 orang. Sedangkan guru yang baru sertifikasi berjumlah 737 orang,” imbuhnya.

    Dia menuturkan, melalui Rakerda yang dilaksanakan, kualitas anggota IGRA  baik dari segi kapasitas individu, inovasi program kerja dan peningkatan teknik belajar mengajar bagi siswa terus dilakukan.

    Pada kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan pengurus Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Bandung oleh Kepala Kemenag.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus