Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Formas Sunda Ngumbara Perkuat Seluruh Ormas Sunda di Perantauan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21584.jpg

    BATAM-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menghadiri pelantikan pengurus Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Formas Sunda Ngumbara) Provinsi Kepulauan Riau di Aula Wisma Batam Kementerian Agama (Pusat Informasi Haji dan Umrah), Jl. Engku Putri Batam Centre, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu malam (26/2/17).

    Dalam acara pelantikan ini, Aher menekankan bahwa adanya Formas Sunda Ngumbara ini bukan berarti menghilangkan organisasi masyarakat Sunda yang telah ada di seluruh daerah di Indonesia sebelumnya. Formas Sunda Ngumbara justru diharapkan akan semakin memperkuat ikatan masyarakat Sunda serta organisasi masyarakatnya.

    “Ini (Formas Sunda Ngumbara) adalah sebuah Paguyuban (perkumpulan). Ini adalah sebuah organisiasi tempat kita semua berkumpul, yang tidak menghapus organisasi-organisasi (masyarakat Sunda) yang ada sebelumnya,” ungkap Aher dalam sambutannya.

    “Tapi agar kita semua bersatu, diikat agar kuat seperti sapu lidi kalau dikumpulkan jadi kuat. Diikat. Nah, kalau seperti sapu lidi Forum Sunda Ngumbara itu mengikat yang orang Sunda, orang Jawa Barat yang mengembara ke luar Provinsi Jawa Barat,” lanjutnya.

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Formas Sunda Ngumbara, Jaka Bandung. Kepulauan Riau (Kepri) merupakan provinsi ke-18 yang telah melantik dan mengukuhkan pengurusnya. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Nomor: 18/SK-PP/FKMTSP/II/2017 tanggal 26 Februari 2017 tentang Kepengurusan Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan Provinsi Kepulauan Riau. Formas Sunda Ngumbara Kepri dikomandani oleh Dede Suparman.

    Aher pun ingin masyarakat Sunda agar terus berdiaspora atau menyebar ke luar daerah Provinsi Jawa Barat, bahkan hingga luar negeri. Hal ini untuk mendorong masyarakat agar mencari kehidupan yang lebih baik di perantauan. Sehingga pepatah “kurung batokeun” (bagai katak dalam tempurung) sudah tidak melekat lagi di orang Sunda atau warga Jawa Barat.

    “Biasanya orang Sunda itu suka disebut “kurung batokeun”. Tapi sekarang ngga ya, mulai ada dimana-mana ya (orang Sunda/Jawa Barat). Silahkan apabila orang Sunda ada kemajuan dan mengejar tujuan hidup di Batam, di Kepulauan Riau. Silahkan teman-teman, saudara yang ada di Jawa Barat ajak saja kesini (Batam) kalau ada kesempatan untuk maju,” ajak Aher.

    Warga Sunda atau Jawa Barat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau sekitar 148.000 orang. Menurut Ketua Formas Sunda Ngumbara Kepri, Dede Suparman, warga Sunda dan Jawa Barat yang ada di Kepri memiliki beragam profesi. Mulai dari wiraswasta atau pengusaha hingga menjadi birokrat.

    “Dari wiraswasta sampai pengusaha. Di birokrasi (pemerintahan) juga ada,” kata Dede yang telah 36 tahun merantau di Batam.

    Lanjut Dede, Formas Sunda Ngumbara ini sebagai forum untuk silaturahim, serta saling membantu antar warga Sunda yang ada di perantauan. Tapi bantuan ini menurut Dede, tidak hanya akan tertuju pada masyarakat Sunda saja namun juga untuk warga daerah lainnya.

    Secara resmi organisasi Formas Sunda Ngumbara ini berdiri pada 14 Februari 2015. Hal ini tertuang dalam hasil Musyawarah Nasional Pertama Masyarakat Sunda Pangumbaraan yang ketika itu dihadiri perwakilan dari 20 provinsi. Peristiwa ini merupakan pertama dalam sejarah masyarakat Sunda yang ada di perantauan menggelar pertemuan tingkat nasional. Di Kepri Formas Sunda Ngumbara sudah ada di 7 kabupaten/kota.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus