Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Perkembangan Pembebasan Lahan Bandara Di Majalengka

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21646.jpg

    BANDUNG – Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi VI DPR RI ke Pemerintahan Jawa Barat berlangsung santai namun serius. Bertempat di Ruang Sanggabuana Gedung Sate, Jl. Dipenogoro No. 22 Bandung, rapat kunjungan kerja ini membahas berbagai hal dan masalah yang ada di Jawa Barat (28/02/).

    Tim dari Komisi VI DPR RI memberikan beberapa pertanyaan. Salah satunya pertanyaan yang diajukan oleh Abdul Wachid. Anggota tim yang berfraksi Partai Gerindra ini menanyakan mengenai bagaimana perkembangan pembebasan lahan untuk lapangan terbang di Majalengka.

    “Mengenai pembebasan lapangan terbang yang ada di Majalengka. Ini kami butuh informasi karena kebetulan kami juga bermitra dengan BUMN salah satunya Angkasapura. Perkembangannya sampai dimana untuk kemajuan dari pembebasan lahan lapangan terbang tersebut,” ujar Abdul Wachid.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menjawab pertanyaan dengan lugas dan santai. Menurutnya, meskipun di akhir tahun 2016 kemarin sempat terjadi kekisruhan dalam pembebasan tanah, sekarang masalah itu telah selesai dan sekarang pembebasan lahan terus berjalan.

    “BIJB terus berjalan. Walaupun kemarin ada sedikit kekisruhan dalam pembebasan tanah, tapi sekarang sudah selesai. Sekarang berjalan terus untuk memperpanjang satu runway, yaitu anggarannya dari APBN,” Ujar Deddy Mizwar.

    “Sebab kalau tahun lalu di akhir tahun tidak bisa kita bebaskan, kita ukur dengan pasti siapa saja yang memang mau menjual tanahnya, maka APBN tahun ini tidak bisa kita pakai,” tambahnya.

    Deddy Mizwar mengatakan, hanya runway dan air navigation nya saja yang dananya dari pemerintah pusat. Sedangkan bandaranya ini BUMD dengan pihak swasta. Menurut Deddy Mizwar, sangat tepat adanya pembangunan Bandara Internsional Jawa Barat (BIJB) ini. Karena sangat disayangkan dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 47 juta jiwa, bahkan dua kali lipat dari penduduk Benua Australia tapi tidak memiliki bandara dan pelabuhan. Karena dengan memiliki bandara dan pelabuhan dapat membantu meningkatkan ekspor industri manufaktur di Jawa barat tuturnya.

    Di akhir, Deddy Mizwar mengungkapkan kebanggaannya. Karena menurutnya yang biasanya bandara internasional dibangun oleh pemerintah langsung dengan APBN, ini baru pertama kali di negeri ini, pemerintah daerah khususnya pemerintah Jawa Barat membangun bandara internasional.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus