Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Imbau Masyarakat Rutin Mendonorkan Darahnya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/donor-darah.jpg

    BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat mendorong donor darah sebagai sebuah kebiasaan atau habit. Untuk itu perlu sosialisasi yang gencar guna menjadikan donor darah menjadi hal yang menarik bagi masyarakat. Masyarakat harus paham bahwa mendonorkan darah merupakan hal yang menyehatkan bila dilakukan secara teratur. Begitu pun harus dipahamkan bahwa menyumbangkan darah merupakan sebuah kebaikan atau ibadah yang bernilai pahala. Bahkan menurutnya, kebiasaan mendonorkan darah akan dimulai dari dirinya, sebagai Gubernur Jawa Barat.

    “Harus didorong agar donor darah menjadi sebuah kebiasaan di tengah masyarakat. Saya akan memulai membiasakan diri dengan donor darah setiap 3 bulan sekali. Sehingga dengan begitu PMI tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan darah bagi keperluan kemanusiaan. Sehingga ada 2 hal yang harus diupayakan yakni penggalangan darah sekaligus pengumpulan dana. Kedua hal itu merupakan kebutuhan yang harus PMI penuhi dalam menjalankan tugasnya,” tegas Heryawan usai menerima Ketua PMI Jawa Barat Adang Rohyana beserta jajarannya, Selasa (26/4) sore di Gedung Negara Pakuan.

    Lebih lanjut Heryawan juga meminta agar PMI mempunyai data base, yang berisi data pendonor, antara lain: jumlah pendonor, golongan darah dan alamatnya. Sehingga di saat membutuhkan, PMI tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan darah yang dibutuhkan, baik dari golongan maupun jumlahnya. Senada dengan Gubernur, Ketua PMI Jabar pun sepakat untuk menjalin kemitraan dengan semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat yang peduli. “PMI Jabar sedang menyusun sistem dan mekanisme guna menjalin kerjasama kemitraan dalam menggalang dana dan darah,” tegas Adang.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus