Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    World Music Festival Tegaskan Bandung Sebagai Kota Kreatif

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21700.jpg

    BANDUNG-Dalam peradaban kota di seluruh dunia, sebuah festival merupakan bentuk ekspresif kreatif warganya. Namun Kota Bandung sebagai poros kreatif di indonesia tampaknya kehilangan taringnya untuk mempersembahkan sebuah festival dengan gagasan-gagasan besar. Hal ini terlihat dengan tidak adanya satupun perhelatan festival yang diresmikan Kementerian Pariwisata sebagai event nasional pada tahun 2017.

    Composer sekaligus musisi, Ismet Ruchimat menangapi kondisi tersebut dengan pergelaran MATASORA world music festival, sebuah event yang dirancang untuk meningkatkan dialog multicultural, diskusi terkait isu pedesaan dan perkotaan, mempromosikan pariwisata daerah serta gaya hidup ramah lingkungan yang berkelanjutan. 

    "Secara konseptual di Jawa barat harus ada lagi event festival music yang melibatkan beberapa unsur elemen lainya seperti kuliner, film screening, Food Bazaar, Diskusi hingga Zona Edukasi Anak," katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (3/3/2017).

    Sejumlah pelaku industri kreatif nasional pun akan diundang dalam event yang digelar di gudang KAI Bandung pada 22-23 Juli 2017.

    "Kita juga akan mengundang beberapa seniman di indonesia yang sudah memiliki kualitas internasional," ujarnya

    Hingga kini, sejumlah negara yang menyatakan akan mengisi world music festival, seperti dari  Australia, negara-negara di Eropa dan Afrika. "Sampai akhir bulan ini kita masih menunggu konfirmasi kedatangan mereka tapi biasanya mereka sangat tertarik untuk datang ke world music festival," katanya

    Ismet menjelaskan yang membedakan dengan festival lainya karena karakter di world music ini lebih menampilkan unsur lokal dan tradisi. Berbeda dengan festival yang selama ini ada dengan menampilkan konsep pop.

    "Biasanya kalau festival lainnya sering menampilkan yang mainstream atau pop tetapi ini lebih mengemban sebuah misi untuk meningkatkan ikon kebudayaan daerah, karena Jabar minim event seperti ini selama enam tahun," jelasnya.

    Menurutnya, selama tiga tahun terakhir Jabar minim event world music. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran potensi musik di Jabar menjadi kurang propesional.

    "Makanya kita berusaha untuk memunculkan kembali karena pada 2010 di wilayah lain belum ada gaungnya, ketika di Jabar dimulai akhinya menyebar tapi malah sebaliknya," imbuhnya.

    Ismet berharap festival ini menjadi agenda rutin setiap tahun diadakan di Bandung. Selain itu, dapat memperkuat identitas kota kembang sebagai kota kreatif dan menjadi kebanggan warga Bandung di masa yang akan datang.

    "Mudah-mudahan event ini menjadi agenda tahunan sehingga memperkuat identitas kota Bandung sebagai kota kreatif," pungkasnya. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus