Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sebanyak 1.725 Jiwa Korban Banjir 2016 Peroleh Jaminan Hidup dari Kemensos RI

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21708.jpg

    GARUT- Sebagai upaya pemulihan pascabencana alam banjir dan pergerakan tanah di Kabupaten Garut,  tidak kurang dari 1.724 jiwa korban bencana, memperoleh program jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

    Penyerahan langsung diberikan Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa di Panti Sosial Tresna Werdha, Jalan RSU Kabupaten Garut, Sabtu (4/3/2017). Para penerima adalah korban banjir September 2016 dan korban pergerakan tanah di Cisompet. Suasana haru memuncak saat Ibu Mensos saat penyerahan bantuan kepada keluarga korban. Turut hadir Bupati Garut H. Rudy Gunawan dan pejabat serta tokoh masyarakat setempat.

    Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program jaminan hidup berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015  diberikan kepada keluarga yang rumahnya rusak berat. Maka melalui Kementerian Sosial pemerintah mengucurkan bantuan jaminan hidup, santunan bagi ahli waris, dan stimulan bahan bangunan rumah bagi korban banjir bandang di Kecamatan Garut Kota dan Tarogong Kidul serta pergerakan tanah di Kecamatan Cisompet.

    "Rata-rata para korban mendapatkan bantuan jaminan hidup sebesar Rp 10 ribu per hari selama 90 hari atau senilai Rp 900 ribu dengan total seluruhnya Rp 1,551 miliar", ujarnya. Jaminan hidup, imbuhnya,  diberikan satu kali dimana pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai, seraya berharap,  jaminan hidup yang diberikan setidaknya dapat membantu serta mengurangi beban kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana. "Saya turutt merasakan apa yang dirasakan bapak, ibu semua, semoga kejadian seperti ini tidak berulang kembali," katanya lirih.

    Pada rankaian kunjungan kerja, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga menyalurkan langsung santunan bagi ahliwaris korban meninggal dunia akibat banjir bandang Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut. Uang santunan itu diberikan langsung oleh Mensos kepada keluarga korban sebanyak 14 orang masing-masing mendapatkan Rp 15 juta per orang dalam acara penyaluran bantuan non tunai di Lapang Paris, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

    Bupati Garut Rudy Gunawan menilai bantuan  itu bagi keluarga yang angota keluarganya hilang akibat bencana banjir bandang luapan Sungai Cimanuk. Menurutnya, terdapat ada 14 orang lagi yang dinyatakan masih hilang dalam peristiwa banjir pada 20 September 2016. "Yang menerima bantuan santunansaat ini  ada 14 orang, sedangkan  totalnya yang menerima santunanada 46 orang," katanya. Dana santunan itu bersumber dari Kementerian Sosial yang telah diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Ia berharap, uang duka bagi keluarga korban bencana banjir itu dapat bermanfaat untuk kebutuhan hidupnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus