Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sketsa Therapy Mengubah Gangguan Stroke Jadi Seorang Seniman Sketsa

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21741.jpg

    GARUT- Mungkin takdir seseorang menjadi besar harus dijalani dengan cobaan; cobaan ekonomi, jabatan atau kedudukan sosial, bahkan cobaan penyakit.

    Tidak terkecuali, hal itu menimpa, seorang lelaki paruh baya, Yana Supriatna (52) berperawakan kecil dengan kacamata minus tebal. Selama hampir dua tahun ia berjuang melawan gangguan fungsi otak alias stroke.  Akibatnya ia tidak bisa berbuat apa, untuk makan pun mesti disuapi sang istri yang telah mendampinginya selama 18 tahun, bahkan sekadar memegang kwas tidak bisa ia lakukan

    Sebagai seorang kepala rumah tangga yang wajib menafkahi istri dan empat putranya, tentu menjadi beban berat tersendiri. Namun, beban itu sirna tatkala istri pendamping hidupnya, Sri Yuliasari (40), memberikan spirit untuk tetap survive. 

    Hobbi mengambar, kemudian menjadi awal kebangkitannya melawan penyakit itu. Perlahan ia mencoba menggoreskan pinsil 8B-nya diatas kertas bekas. Amat berat, bahkan keringatpun keluar saat berjuang mengoreskan gari-garis panjang dan tebal yang membutuhkan power tinggi bagi seorang penyandang stroke. Dengan dorongan kuat dirinya dan support sang istri, akhirnya rintangan awal terlalui. Akhirnya ia bisa membuat sketsa yang sempurna. "Sampai saat ini hasil karya saya hampir dua ribuan, sedangkan yang di-upload di medsos hampir lima ratusan", ujar Yana saat berkunjung ke Media Center Diskominfo Kabupaten Garut, Senin (6/3/2017). 

    Yana - yang dikenal dengan nama goresan sketsanya Destra Yana, mengutarakan, upaya mencapai kesembuhan yang hampir 95 persen itu, salah satunya dengan metode ‘Sketsa Teraphy’ - terapi dengan mengandalkan kekuatan fisik tangan ditunjang daya imajinasi dalam menggambar berbentuk sketsa wajah. Agar pengalamannya diketahui khalayak dan keahliannya dalam gambar sketsa wajah, ia memanfaatkan media sosial ‘facebook’. Hasilnya, di wall pribadinya Dapur Sketsa Destra Yana, hasil karyanya telah mendunia. Sebut saja teman medsosnya ada dari : Inggris, New Caledonia, Australia, Belanda dan Jepang, serta sahabat medsos dari luar Garut lainnya. "Justru dengan orang Garut sendiri kurang", ujarnya memberikan alasan jubungan pertemanan jejaringnya.

    Keahliannya dalam sketsa wajah, kini telah dikenal, di dunia maya. "Kewalahan, setiap hari saya harus melayani sahabat medsos yang ingin digambar", katanya, seraya menambahkan, hasil karyanya baru mengakomodir sahabat tanpa memberikan tarif, dengan alasan mengutamakan persahabatan. Dengan keahliannya kini, lelaki kerahiran Tasikmalaya ini mampu menyekolahkan keempat putranya.

    Prinsip bagai air mengalir terlihat dari tutur kata dan bahasa tubuhnya. Obsesinya, ia bercita-cita ingin menggelar pameran tunggal, dengan menampilkan item : Sketsa Biasa Buat Orang luar Biasa, sebuah penghargaan dirinya bagi sosok inspiratif yang menghasilkan karya bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. "Saya masih mencari sosok yang akan dijadikan objek sketsa saya, agar tidak menimbulkan syak wasangka dengan obsesi ini", pungkas Yana mengakhiri percakapan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus