Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Komitmen Tingkatkan Kinerja, Seluruh Pimpinan Opd Tandatangani Perjanjian

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21802.jpg

    BOGOR-Dalam rangka mewujudkan manajamen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil,  seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kinerja tahun 2017. Penandatangan tersebut disaksikan langsung Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat seusai briefing staf di Ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (07/03/17).

    Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, perjanjian kinerja merupakan komitmen dan kesepakatan antara Wali Kota Bogor selaku pemberi amanah kepada pimpinan OPD yang menjadi penerima amanah. Sebab, dalam melaksanakan kegiatan diperlukan tanggung jawab dan pengawalan atas apa yang akan dihasilkan. Apalagi, belanja modal yang diperuntukan untuk kegiatan mencapai Rp. 1 Triliun dan tersebar di semua OPD.

    “Bukan hanya sekadar membuat laporan keuangannya saja, tetapi juga dilihat kinerja OPD tersebut karena hasilnya menyangkut kepentingan masyarakat di Kota Bogor,” tegas Bima.

    Ade menambahkan, dalam perjanjian kinerja terdapat target kinerja yang mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. Hal lainnya juga sebagai bentuk komitmen antara pemberi dan penerima amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi dan kinerja Aparatur.

    “Evaluasi pun akan dilakukan untuk melihat tolak ukur keberhasilan atau kegagalan dari program strategis di setiap OPD,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, terkait perjanjian kinerja ini, Dinkes sudah melakukan evaluasi program di tahun sebelumnya agar hasilnya dapat dibandingkan. Sementara itu, target kegiatan strategis pun sudah ada yang dikurangi dibandingkan tahun sebelumnya sesuai arahan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Mempan RB). Program strategis itu diantaranya, program kesehatan ibu dan anak, program penanganan gizi, program pelayanan masyarakat, program pelayanan kesehatan, promosi kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.

    “Sebelumnya Dinkes mamasukan semua yang ada di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), tapi sekarang acuannya kepada RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) saja dan kami akan terus memperbaiki kinerja agar bisa mendapat nilai B di tingkat kota,” pungkasnya (fla/hari) SZ

    BOGOR-Ditunjuknya Kota Bogor menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2017 akan digelar pada April mendatang dapat mendatangkan banyak  keuntungan bagi Kota Bogor. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat usai membuka rapat persiapan Musyawarah Komisariat Wilayah III APEKSI 2017 di Hotel Savero, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (07/03/17).

    Keuntungan tersebut menurut Ade antara lain, kepala daerah dapat berkumpul, bersilaturahim dan menghasilkan sesuatu untuk kepentingan Apeksi. Sebab, Apeksi itu wadah berdiskusi kepala daerah mengenai kebijakan daerah masing-masing.

    “Bagi Kota Bogor sendiri, hal ini sangat mendukung bagi sektor pariwisata. Mereka datang ke Kota Bogor bukan membawa sampah, tetapi membuang perbekalannya, dipastikan 25 kepala daerah yang datang bersama rombongannya akan menginap di hotel-hotel dan berbelanja baik souvenir maupun kulinernya,” ungkapnya.

    Ade menambahkan, melalui kegiatan Apeksi ini Kota Bogor dapat mengenalkan potensi daerahnya. Salah satunya mengenalkan pedestrian yang baru dibangun yang dipergunakan untuk olahraga dan wisata. “Kami meminta kepada panitia agar pada agenda Apeksi nanti ada kegiatan olahraga yang diikuti seluruh Wali Kota di seputaran Kebun Raya Bogor,” tuturnya..

    Menurutnya, tidak semua kota memiliki pedestrian yang didalamnya ada Kebun Raya dan Istana. Ade juga meminta pada Apeksi nanti dapat melahirkan komitmen bersama.

    “Misalnya dengan melakukan gerakan penanaman pohon di Kota Bogor, ketika pelaksanaan Apeksi di kota lain juga kita pun melakukan kegiatan yang sama,” pungkasnya. (Tria/Indra). SZ

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus