Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bupati Eka : Jaga Sumedang Larang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21899.jpg

    SUMEDANG-Bupati Sumedang, H. Eka setiawan menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Rukun Wargi Sumedang dan Yayasan Pangeran Sumedang  yang bertempat di Gedung Negara, Senin, (13/3),  Acara tersebut diselenggarakan karena adanya dinamika yang terjadi pada keduabelah pihak. Penandatanganan nota kesepahaman itu dihadiri pula oleh ketua puseur RWS (rukun wargi Sumedang), ketua pembina YPS (Yayasan Pangeran Sumedang), ketua konsolidasi, ketua pembina dewan YPS, dan pihak terkait lainnya.  

    Rd. Mochamad Achmad Wiriaatmadja, selaku ketua panitia pelaksana, menyampaikan apresiasinya kepada bupati yang telah menghadiri dan mendukung terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman tersebut. ”Saya berterimakasih banyak kepada bupati atas kehadiran dan dukungannya sehingga acara ini bisa terealisasi, semoga dengan terlaksananya acara ini, bisa membuat kita berada dalam keadaan silih asih silih asah dan silih asuh.” Ujarnya.

    Ketua tim konsolidasi, H. Guy lasmanasadu., MBA  dalam sambutannya memaparkan bahwa, tugas dari RWS adalah  melaksanakan amanah para leluhur dimana salah satu kewajibannya adalah menjaga tanah tatar Pasundan. Selain itu disampaikan pula bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya nota kesepahaman ini adalah untuk menciptakan sinergi antar pemerintah dengan RWS dan YPS untuk secara bersama-sama membangun program-program pemerintah. “Hari ini kita berkumpul disini dengan tujuan melaksanakan amanah para leluhur untuk selalu menjaga silaturahmi, selain itu dengan terlaksananya acara ini, bisa menjadikan kita semua memiliki kesadaran untuk berbakti kepada tatar pasundan” paparnya. 

    Bupati sumedang, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya nota kesepahaman ini. Selain itu, Eka juga berpesan kepada wargi RWS dan YPS untuk terus menjaga tali silaturahmi dan tidak terjadi lagi perselisihan diantara keluarga tatar Pasundan. “ Mudah-mudahan wargi RWS dan YPS selalu bersatu, dan pada kesempatan yang baik ini, saya mengharapkan untuk kedepannya tidak terjadi lagi perselisihan di antara keluarga pupuhu Sumedang, kalaupun terjadi perselisihan, ada baiknya kita selesaikan secara kekeluargaan.” Ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, Eka juga mengingatkan kepada kedua belah pihak, untuk senantiasa menjaga nama besar Sumedang larang, karena hal tersebut merupakan salah satu tugas bersama antara pemerintah daerah dengan kewargian RWS dan YPS. “mudah-mudahan, kita semua bisa menoleh ke depan untuk secara bersama-sama  melaksanakan tugas demi tujuan membangun Sumedang.” Pungkasnya. 

    Disela-sela acara tersebut dibacakan Nota kesepahaman oleh notaris R. Yudi Supriadi, SH. Dimana Rd. Iwa Kuswaeri (RWS) sebagai pihak kesatu dan Rd. Siti Asiah Soeriadikusumah (YPS) bertindak sebagai pihak kedua. Diantara Nota Kesepahaman tersebut terdapat beberapa pointer, diantaranya memahami dan mematuhi amanat para sesepuh, RWS dan YPS merupakan organ kawargian yang merupakan suatu ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu Nota Kesepahaman ini diharapkan bisa menjungjung tinggi nilai kewargian dan bisa menjaga aset Pangeran Sumedang. “Dengan terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman ini, diharapkan para pihak sepakat untuk kembali pada azas-azas kesepakatan yang tertuang pada nota kesepahaman, dan bisa menyadari bahwa organ kewargian merupakan organ yang tidak dapat dipisahkan.” Papar Yudi.

    Acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman kawargian Sumedang larang yang ditandatangani oleh para saksi dari pihak RWS dan pihak YPS.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus