Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkab Sumedang Expose Draft Nota Pengantar LKPJ

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21920.jpg

    SUMEDANG-Draft Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sumedang Tahun Anggaran 2016  disampaikan melalui Expose yang diselenggarakan di Aula Gedung Negara, Selasa, (14/3). Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan, Sekda Kabupaten Sumedang, Drs.H. Zaenal Alimin,MM, Para asisten, Para Staf Ahli, Para kepala SKPD, Para kabag, serta Para camat.

    Expose pengantar LKPJ  tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bag Otonomi Daerah Bagian Tata Pemerintahan, Cecep erwin Sudaryat, S.Sos. Disampaikan Cecep, laporan LKPJ dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang telah di tetapkan melalui Peraturan Bupati Sumedang nomor 82 tahun 2015 tentang RKPD Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2016. Disampaikan juga oleh Cecep, bahwa pemerintah Kabupaten Sumedang telah berupaya semaksimal mungkin untuk dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan di RPJMD tahun 2005-2025, mengingat tahun 2016 merupakan tahun ketiga periode RPJMD Kabupaten Sumedang, serta merupakan momentum yang penting untuk dijadikan dasar mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pembangunan kabupaten Sumedang selama tiga tahun terakhir.

    Dalam expose LKPJ itu, disampaikan pula hal-hal pokok mengenai pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Sumedang tahun 2016, dimana diantaranya meliputi pendapatan daerah dan pengelolaan belanja daerah. Adapun pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), serta dijelaskan pula bahwa pengelolaan belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung serta belanja langsung dan pembiayaan daerah beserta alokasi yang kesemuanya secara jelas dan terperinci disajikan beserta nominal. Disampaikan juga oleh cecep, dalam expose tersebut dituangkan secara akurat mengenai capaian kinerja yang diperoleh di berbagai bidang.

    Sementara itu, Bupati Sumedang  menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, sehingga expose LKPJ bisa diselenggarakan. Dalam arahan, bupati mengatakan bahwa, LKPJ harus didukung oleh semua pihak, segala bentuk dokumen, harus disiapkan, dipelajari dan dicermati secara serius. ”Saya menghimbau kepada para kepala SKPD, untuk membaca secara teliti nota pengantar LKPJ, karena biasanya persoalan yang timbul itu ketika kita tidak menguasai materi. saya tidak mau pada pelaksanaanya nanti, terdapat data yang tidak sesuai dengan kenyataannya, saya yakin, kunci dari suksesnya penyampaian nota LKPJ nanti adalah adanya keterbukaan antara semua pihak. Selama penjelasan logis dan masuk akal, saya kira tidak ada masalah” Katanya.

    Zaenal selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, dalam kesempatan tersebut mengatakan, LKPJ tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun, ironisnya  setiap LKPJ selalu nmuncul permasalahan yang sama, masalah yang timbul biasanya mengangkat  adanya ketidaksingkronan antara data yang disampaikan dengan buku besar. “Saya mohon, untuk SKPD dan jajaran untuk melihat kepada buku besar, karena di dalam buku besar tersebut terdapat data-data hasil kita kerja semuanya. Selain itu, saya menghimbau untuk para kepala SKPD, untuk terus melakukan cek dan ricek terhadap data maupun prestasi yang sudah diperoleh” Paparnya.

    Terkait masalah Jatigede, zaenal mengungkapkan bahwa sejak jatigede dibendung pada tanggal 31 Agustus 2015 yang lalu, pemerintah daerah mengakui bahwa APBD untuk mengatasi masalah tersebut memang sangat minim. ” Status bendungan Jatigede sampai saat ini adalah percobaan, daerah rawan pangan terjadi karena masyarakat kehilangan lapangan pekerjaan setelah daerahnya berubah menjadi bendungan.” Katanya.

    Sekretaris DPRD, H. Achmad Kusnadi.SH.MM pada kesempatan itu menginformasikan beberapa pengalaman proses LKPJ tahun-tahun sebelumnya, misalnya terkait dengan konsep naskah. “Saya berharap, setelah LKPJ  bertemu dengan mitra komisi, tidak terdapat catatan-catatan, karena biasanya masalah yang sering timbul itu adalah adanya perbedaan data, serta kurang bisa membangun komunikasi. Semoga LKPJ tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya”. Ujar Achmad.

    Sementara itu, Asisten Pembangunan, Ir.H. Dede Hermansyah,M.Si memaparkan bahwa draft nota pengantar LKPJ saat ini, secara substansial sudah relatif memenuhi, meskipun ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. ”Beberapa capaian yang telah dicapai target RPJMD harus secara jelas dicantumkan, Kemudian selain prestasi, Sebaiknya harus ada isu-isu strategis yang kita angkat.” Pungkasnya.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus