Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anak Harus Jadi Prioritas Utama Keluarga

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_21952.jpg

    GARUT-Bertempat di Kantor Sekretariart PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Kabupaten Garut, Jalan Patriot Garut, Rabu (15/3/2017), berlangsung Kegiatan Bakti Sosial Pelayanan KB, digagas Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Garut bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat.

    Menurut Kepala DPPKBP3A Kab. Garut,  Drs. Toni Tisna Somantri, M.Si, Bakti Sosial Pelayanan KB ini menjadi kegiatan rutinnya yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk yang berlangsung di Kantor Sekretariat PKBI Kabupaten Garut. Diikuti hampir 400 orang lebih, padahal, menurut Toni tadinya diprediksi hanya 200 orang, namun kenyataan lebih dari itu. Bentuk kegiatan ini meliputi pelayanan  kontrasepsi, Implant dan IUD secara gratis, juga dilakukan pemeriksaan melalui Deteksi Dini Pap Smear. Mereka yang ikut terlibat bakti sosial ini berasal Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Samarang, Cilawu, dan Kecamatan Malangbong. “Kegiatan ini  setiap tahun secara rutin selalu dilaksanakn di tiap kecamatan”, ujar Toni di sela-sela kegiatan.

    Pada kesempatan tersebut Ny. Hj. Diah Kurniasari, selaku Ketua PKK dan  Ketua P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten  Garut mengamanatkan agar anak menjadi prioritas utama dalam pendidikan keluarga, karena akhir-akhir ini kerap terjadi di kalangan orang tua yang melakukan kekerasan. Ia menekankan agar anak betul betul diperhatikan kesehariannya baik dalam segi pola makan, pergaulan di lingkungan tetangganya,  seraya mencontohkan dengan adanya alat komunikasi seperti telepon genggam yang diduga bisa menjadi sarana yang sangat mempengaruhi perkembangan jiwa anak.

    Diah juga mengingatkan kaum ibu, untuk tidak tinggal diam manakala terjadi kekerasan suami terhadap istri, karena sebagai perempuan berhak  untuk melawan semua kekerasan. “Ibu-ibu jangan diam saja, karena  perlindungan perempuan dan anak sudah dilindungi oleh hukum”, ujar Diah mengingatkan.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus