Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Revisi Permenhub No 32, Wagub Jabar Imbau Utamakan Dialog

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22143.jpg

    BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyampaikan tiga hal yng harus ditumbuhkan dalam menyikapi Revisi  Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 32 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

    Deddy Mizwar mengungkapkan kondisi ini merupakan sebuah dinamika terhadap perubahan-perubahan di masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan transportasi sesuai dengan perkembangan peradaban itu sendiri.

    "Kita tidak bisa menghindari sepanjang zaman setiap perubahan, kita harus bisa beradaptasi dengan baik, ini yang harus kita sadari,"katanya kepada wartawan di Bandung, Minggu (26/3/2017)

    Kedua, upaya-upaya pemerintah khususnya dalam regulasi termasuk peraturan-peraturan, harus diyakini akan dibuat secara adil untuk berbagai pihak. Menurutnya, ada upaya untuk kesetaraan dan keadilan sehingga harus dipenuhi tingkat kesadaranya.

    "Sehingga, kita hadir dengan prasangka baik, niat yang baik dalam menyelesaikan permasalahan bersama-sama, itu yang penting, bukan mencari siapa yang menang tapi ini adalah upaya untuk mencapai kesetaraan dan keadilan bagi semua pihak,"tuturnya. 

    Pria yang akrab disapa Demiz ini menegasan, bahwa rezeki setiap manusia sudah diatur oleh Allah SWT, tidak akan berkurang satu rupiah pun begitu pun sebaliknya.

    "Sebab kalau rezeki itu sudah habis, tidak ada sebutir nasi pun rezeki buat kita berarti siap-siap saja karena kematian akan menjemput, ini harus disadari sehingga kita tidak perlu reaktif menanggapi berbagai perubahan,"paparnya.

    Demiz mengimbau dalam menghadapi permasalahan ini dengan mengedepankan dialog dan musyawarah sehingga tidak perlu menimbulkan keresahan di masyarakat seperti meningkatnya konflik yang terjadi. 

    "Saya berharap, segala sesuatu yang dianggap belum memenuhi rasa keadilan berbagai pihak tetap harus di musyawarahkan karena ini bukan harga final, setiap zaman terjadi perubahan sebagai konsekuensi pertumbuhan peradaban,"ungkapnya

    Jika kesadaran ini bisa tumbuh bersama, sambung Demiz, setiap perubahan apapun akan membawa kebaikan bagi semua pihak.

    "Yang tetap itu perubahan, kalau kita siap menerima itu, saya kira tidak ada yang perlu kita resahkan,"tegasnya

    Adapun Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dedy Taufik mengatakan diadakannya dialog ini sebagai upaya untuk membenahi moda transportasi di Jawa Barat.

    Menurutnya, perbaikan moda transporasi di Jabar harus dilakukan demi menjaga inflasi, laju pertumbuhan ekonomi Jabar. Mengingat selama ini transportasi di Jabar dinilai baik.

    "Diadakan silaturahmi kepada para pengemudi angkutan, dinilai penting karena pelaksanaan ini ditujukan dari oleh dan untuk kita . Mudah-mudahan dari pertemuan kita kali ini bisa menjawab  kekhawatiran yang terjadi,"katanya 

    Deddy menilai, dalam pertemuan kali ini yang terpenting harus mengedepankan kesetaraan, kebersamaan dan kebutuhan  yang harus dipikirkan bersama. Sehingga dibutuhkan regulasi yang mengatur moda transportasi tersebut. 

    "Silaturahmi ini menjadi perbaikan ke depan sesuai dengan peraturan yang berlaku,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus