Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wabub Garut : Paradigma Kemiskinan Sebagai Asset Building

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22259.jpg

    GARUT-Paradigma baru tentang kemiskinan kini bukan lagi charity belaka, saat kebutuhan si miskin baik dari sandang, pangan maupun papannya, bahkan soal kesehatannya, baru bantuan muncul, namun kini sudah berubah, kemiskinan menjadi sebuah asset building.

    Demikian diungkapkan Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman, Senin (3/4/2017), saat memimpin apel gabungan di lingkungan Pemkab Garut, di Lapang Setda Kabupaten Garut. Bersamanya, turut hadir Sekretaris Daerah H. Iman Alirahman SH., M.Si., para staf ahli bupati, Asisten II dan III, para kepala SKPD, serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Garut.

    Salah satu contoh upaya yang dikembangkan dalam mengubah penghidupan masyarakat, adalah ketika kesehatan masyarakat semakin membaik dengan ditunjang sarana kesehatan yang memadai dinilainya sebagai asset building telah berjalan. Beberapa puskesmas kini sudah diperbaiki, baik dari sarana dan prasarananya, maupun dari tingkat layanannya. “Jangan salah, hampir 90 persen masyarakat kita masih berobat ke puskesmas”, tegas Helmi.

    Kemiskinan, jelas Helmi, merupakan masalah yang perlu ditangani bersama, bukan hanya pemerintah, namun individu-individu juga memiliki tanggung jawab yang sama. Keberadaan Baznas (Bada Amil Zakat Nasional) diharapkan mampu menjawab tingkat kemiskinan Kabupaten Garut yang masih diatas 10 persen. Zakat Profesi dari PNS setidaknya dapat memberikan kontribusi bagi pengurangan kesenjangan antara si miskin dan si kaya. “Coba bayangkan, hingga saat ini ada sekitar 55 ribu rumah tidak layak huni, satu rumah dihuni 5 hingga 6 orang, belum sarana penerangan dan belajar anak tidak memadai yang perlu penanganan bersama”, ujar Helmi.

    Paradigma lainnya dalam mengurangi kesenjangan, kata Helmi, bukan lagi melalui pendekatan intervensi, namun  berupa pendekatan sinergis. Pelibatan masyarakat - yang kini bukan lagi pengurangan kemiskinanan, namun pengurangan kesenjangan - merupakan bukti bahwa perlunya kebersamaan dalam memecahkan masalah sosial ini. “Kalau sekarang kemiskinan diatas 10 persen, apakah tidak ada orang Garut yang kaya?”, Kata Helmi. Jadi, harus ada sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam mengurangi kesenjangan ini.

    Untuk itu Wakil Bupati Helmi mengingatkan Tim Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Garut untuk terus bekerja keras dan memfokuskan diri menunaikan tugasnya dalam upaya mengurangi kesenjangan ini, termasuk Kartu Indonesia Pintas (KIP) untuk terus dipantau pelaksanaannya.

    Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Helmi Budiman menyerahkan piagam penghargaan kepada para siswa-siswi SD juara OSN (Olimpiade Sains Nasional) Tingkat Kabupaten Garut  dan juara lomba Inovasi Model Pembelajaran Guru SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2017

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus