Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BPJS Sosialisasi Program pada Pengusaha Jasa Kontruksi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22352.jpg

    BANDUNG-BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci menggelar sosialisasi manfaat program Jasa Konstruksi yang dihadiri oleh 20 Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kota Bandung.
     
    “Kami menggandeng SKPD Kota Bandung ikut program Jasa Konstruksi dengan tujuan agar mereka mengetahui pentingnya mendaftarkan seluruh aktivitas proyek untuk perlindungan para pekerja konstruksi” ungkap Darmadi, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Kamis (6/4).
     
    Darmadi mengungkapkan bahwa kondisi yang sering terjadi selama ini biasanya para pemenang tender di proyek pembangunan SKPD baru mendaftarkan para pekerjanya ikut program jasa konstruksi saat mereka menerima bayaran atas tuntasnya pekerjaan tersebut, bukan pada awal pengerjaan proyek.
     
    Hal tersebut tentu akan merugikan banyak pihak termasuk para pekerja dan perusahaan itu sendiri. Pekerja jasa konstruksi yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan terus dibayangi oleh risiko kecelakaan kerja dan kematian. Sedangkan pihak perusahaan akan mendapatkan sanksi jika kedapatan belum mendaftarkan para pekerjanya pada program jasa konstruksi saat terjadi kasus kecelakaan kerja.
     
    “Jangan sampai bila sudah terjadi kecelakaan baru mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Seharusnya setelah menang tender segera mendaftar menjadi peserta” tegas Darmadi.

    Dalam mengantisipasi hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga mengundang Badan Pemeriksa Keuangan yang diwakili oleh  Jariatna selaku Kepala Sub Auditorat Tortama 6.
     
    “Pihak BPK akan ikut mengawasi peraturan yang dikeluarkan oleh Permendagri Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Dana Alokasi Khusus untuk mengurangi tindak kecurangan para pemenang tender yang tidak mendaftarkan para pekerjanya pada kepesertaan jasa konstruksi BPJS Ketenagakerjaan” ungkap Jariatna.
     
    Melalui kerjasama yang dibentuk ini BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat mengubah pola para pelaku jasa konstruksi agar tertib administrasi dengan mendaftarkan para pekerjanya dalam perlindungan konstruksi saat proyek baru dimulai sehingga para pekerja menjadi lebih produktif karena tidak perlu khawatir jika terjadi risiko kecelakaan kerja. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus