Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Geopark Ciletuh Butuh Sistem Komunikasi Pembelajaran Integral

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22398.jpg

    BANDUNG-PIC Tim Riset Geopark dari Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi Bisnis Telkom University (TelU) Dewi K. Soedarsono mengatakan, Geopark Ciletuh Pelabuhanratu memerlukan system komunikasi pembelajaran terpadu. Menurutnya, geopark bisa menjadi global dengan sinergi kalangan akademik. 

    Di tempat sama, Ketua Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi Unpad, Prof. Mega Fatimah Rosana, PhD. mengatakan, unsur akademik sangat penting dalam peneguhan posisi Geopark Ciletuh dan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. 

    "Kita sekarang sudah dapat dua geopark nasional dari Unesco. Pertama Geopark Ciletuh per 22 Desember 2015 dan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu per 21 Juni 2016. Sekarang mengejar geopark global, itu perlu dorongan akademik," katanya.

    Geopark tersebut terdiri atas 8 kecamatan, 74 desa, seluas 126 hektar, dengan bentuk amfiteater (bentang alam setengah lingkaran) dengan luas 15 km.

    Menurut Mega, Unesco sebagai badan dunia PBB bidang pendidikan dan budaya, maka perlu diyakinkan dengan adanya riset akademik serta publikasi internasional dari perguruan tinggi terkait Geopark Ciletuh Pelabuhanratu. 

    Di sisi lain, belajar dari sejumlah lokasi calon geopark global di tanah air, ada yang gagal karena diseminasi geopark belum maksimal oleh para pemangku kepentingan. 

    "Indonesia sekarang baru punya dua geopark nasional yakni Batur Bangli di Bali dan Gunungsewu Jateng. Geopark Merangi Jambi dan Kaldera Toba sudah diajukan tiga tahun lalu tapi belum lolos. Bahkan di Rinjani, gagal geopark global itu karena belum masuk kurikulum pendidikan dasar menengah. Maka itu, acara ini kami tujukan ke para pendidik agar masuk muatan lokal," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus