Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tanpa Latar TIK, Growpal Sukses Garap Pasar Ekspor Perikanan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22470.jpg

    BANDUNG-Startup bidang financial technology (fintech), Growpal sukses meraih pasar ekspor komoditas kerapu dan udang sekalipun tak berlatar bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

    CEO Growpal, Achmad Rizqi Akbar mengatakan, pihaknya sejak awal tahun ini sudah menerima dana dari investor kisaran Rp 3 miliar dengan rerata ekspor kerapu 400 ton dan udang 50 ton per bulan. Pasar ekspor primer mereka ada di semua negara kawasan Asia Tenggara, sisanya dalam jumlah kecil di Hongkong dan Amerika Serikat.

    “Saya baru masuk industri fintech awal 2017, tak punya latar fintech apalagi coding, namun Indigo.id membuat saya melek industri digital," katanya, Rabu (12/4/2017).

    Terpilih sebagai peserta inkubator jenis product validation (pengguna menyukai aplikasi) Indigo.id, Growpal selain peroleh inkubasi dan mentoring, juga sudah memperoleh injeksi sebesar Rp 120 juta. Saat ini, sedang dalam tahap seleksi market validation atau siap menjadi mesin bisnis untuk kemudian memperoleh injeksi hingga Rp 1 miliar lebih.

    Menurutnya, tanpa latar TIK, dua tahun sebelumnya dia sudah berbisnis ikan dan udang secara konvensional. Namun dia berusaha meningkatkan skala bisnis di sektor digital meski awalnya tak tahu persis cara masuknya bagaimana.

    Growpal lalu mencoba masuk seleksi program batch II Indigo.id pada pertengahan tahun lalu dan dinyatakan lulus seleksi pada 8 November 2016 lalu.

    Growpal sendiri digawangi anak muda rerata usia 20 tahunan, seperti CEO berusia 23 tahun. Sisanya seumuran, yakni mereka adalah Shahriansyah Candraditya (CMO), Paundra Noorbaskoro (CPO), dan Raka Kurnia Novriantama (CTO).

    Rizqi menjelaskan pihaknya menghubungkan netizen sebagai investor kepada peternak komoditas perikanan pasar ekspor yang saat ini di bidang kerapu dan udang. Dengan investasi awal kerapu sekitar Rp 20 juta dan udang Rp 200 juta, tingkat Return of Investment (RoI) diklaim paling tinggi dari fintech sejenisnya yakni antara 35-50%.

    "Inkubasi Indigo.id membuat saya kemudian menerapkan pola agen Growpal di sentra peternakan kami. Mereka lah yang menjadi supervisor kami, mengawasi agar peternak menerapkan standar operasi yang ditetapkan agar memenuhi standar ekspor," sambungnya.

    Sejauh ini, kata dia, pola fintech yang diterapkan relatif berhasil karena dana kelolaan terus bertambah. Sementara dari sisi produksi, pengiriman komoditas pun masih belum bisa memenuhi keinginan buyer dari luar.

    Dari ekspor kerapu 400 ton, permintaan pasar sebetulnya mencapai 3.000 ton sedangkan ekspor udang 50 ton baru memenuhi 1/4 kebutuhan. Ini belum mencakup potensi pasar ekspor ikan lainnya.

    "Kami memenuhi dulu kebutuhan operasional peternak, kami talangi sebelum investor masuk ke Growpal. Dengan pola fintech, harapannya makin banyak investor yang mau tanam uangnya, sehingga total kebutuhan pasar bisa kami penuhi," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus