Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Simulasi Respon Penanggulangan Bencana

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22694.JPG

    BANDUNGKAB-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung tingkatkan time response Penanggulangan Bencana (PB) melalui simulasi penanganan bencana gempa. Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dini dalam PB gempa, BPBD memfokuskan pada pelayanan cepat dan tepat. Hal tersebut dikatakan Kepala Pelaksanan BPBD Drs.H. Tata Irawan Subandi saat gelar simulasi PB Gempa yang dipusatkan di pelataran Kantor BPBD di Soreang, Rabu (26/4).

    “Simulasi ini dilakukan untuk meningkatkan time response PB gempa. Sejauhmana kami bisa menangani gempa dengan memaksimalkan kekuatan yang ada, baik dari segi personil, alat, maupun skil,” ucapnya.

    Tata menuturkan, dari 31 Kecamatan, Kabupaten Bandung memiliki 16 titik kawasan rawan banjir, 22 titik rawan longsor, dan beberapa titik rawan gempa. Sehingga diperlukan sekali kesigapan dan respon yang cepat dari Pemerintah. Sesuai dengan kapasitas yang ada, BPBD memiliki fungsi komando dan koordinasi dalam PB, namun saat dilapangan kata Dia, BPBD pun seringkali melakukan teknis PB bersama Perangkat Daerah (PD) yang menangani kebencanaan.

    “Wilayah kita memiliki geografis yang rawan bencana, maka selain menjalankan fungsi BPBD sebagai koordinasi dan komando, kesiapsiagaan seperti ini tentu sangat diperlukan. Melalui simulasi, diharapkan PB bencana apapun bisa ditangani dengan maksimal,” imbuh Tata.

    Lebih lanjut Tata menjelaskan dalam pelaksanaannya, PB bencana akan melibatkan 3 element yakni Pemerintah, Masyarakat dan para pelaku usaha. Menurutnya sinergitas ini diharapkan bisa ikut meningkatkan time response PB, terutama bisa sebanyak mungkin mengurangi derita sesama.

    “3 element dalam PB diharapkan bisa meningkatkan pelayanan PB secara maksimal, terutama untuk mengurangi korban, derita, dampak, kerugian dan kerusakan yang terjadi,”pungkas Tata.

    Sementara bertepatan dengan hari kesiapsiagaan bencana yang jatuh pada tanggal 26 April, Asisten Pemerintahan H. Yudhi Haryanto, SH.,SP1 berharap dari simulasi yang dilakukan tersebut PB yang selama ini dilakukan pada saat bencana bisa lebih maksimal, apalagi kata Dia sudah didukung dengan peralatan yang sangat memadai.

    “Saya harap setelah simulasi ini dilakukan, akan ada peningkatan PB di lapangan. Apalagi mulai dari pra bencana dengan berbagai alat pencegahan dini, tanggap darurat , dan pasca bencana serta kesiapan personil sudah sangat memadai,” imbuhnya.

    Setelah menyaksikan simulasi yang berdurasi 30 menit itu, Yudi mengapresiasi. Simulasi yang telah dilaksanakan oleh BPBD dibuat nyata seperti keadaan sebenarnya. Dia menyimpulkan bahwa dalam PB gempa ini kesigapan personil sangat diperlukan. Adanya koordinasi yang jelas juga tindakan teknis yang tepat sesuai dengan kapasitas bencana yang terjadi.

    “Dalam satu tim yang kompak, mereka semua membagi tugas dan menyelamatkan korban secara tanggap sehingga korban mampu terselamatkan dengan baik. Koordinasi dari pengambil kebijakan juga sangat mempengaruhi tindakan yang selanjutnya akan dilakukan,” tandas Yudi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus