Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Inflasi Jabar Bulan April Diatas Nasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22767.jpg

    BANDUNG–Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mengumumkan, inflasi bulan April di Jabar tercatat  0,17 persen. Dibandingkan bulan Maret lalu, terjadi  kenaikan inflasi, dimana Maret tercatat hanya 0,08 persen.

    Kondisi ini juga mencatat jika inflasi pada bulan April di Jabar lebih tinggi dari pada nasional. Inflasi nasional tercatat mencapai hanya 0,09 persen. 

    Kepala BPS Jabar Dody Herlando menyebutkan  pada April 2017 indeks harga konsumen atau IHK Gabungan Jawa Barat yang meliputi 7 kota yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon,Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikanindeks. 

    “IHK dari 125,87 di Maret 2017 menjadi 126,08 di April 2017, dengan demikian terjadi inflasisebesar 0,17 persen,” ujarnya, Selasa. 

    Laju inflasi tahun kalender “year to date”(Januari –April 2017) sebesar 1,38 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year”(April 2017 terhadap April 2016) tercatat sebesar 3,92 persen. 

    Dari tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,38 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 0,73 
    persen, Kelompok Sandang sebesar 0,36 persen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,27 persen, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,03 persen, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,27 persen.

    Sementara yang mengalami deflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,80 persen.Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat April2017, seluruh kota mengalami inflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,07 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,37 persen, Kota Bandung sebesar 0,10 persen, Kota Cirebon sebesar 0,40 persen Kota Bekasi sebesar 0,08 persen, Kota Depok sebesar 0,22 persen dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,55 persen. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus