Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jamsostek Imbau Peserta Mengambil JHT Jatuh Tempo

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Jamsostek5.jpg

    Bandung – Peserta Jamsostek setiap tahun selalu berubah karena ada yang berhenti dan menjadi anggota baru. Bagi peserta yang berhenti dana JHT sebenarnya sudah bisa diambil jika kepesertaannya sudah mencapai 5 tahun.

    “Banyak peserta yang belum ambil JHT, bisa jadi karena tidak tahu atau memang sengaja ditabung saja. Nilainya mencapai Rp1,4 triliun sampai dengan April 2011,” ujar Kepala Jamsostek Kanwil IV Jabar Banten Ilyas Lubis saat sosialisasi manfaat Jamsostek kepada jurnalis di Bandung, Rabu (11/5).

    Ilyas Lubis menyebutkan dana JHT itu milik sekitar 1 juta peserta yang telah jatuh tempo dengan nilai rata-rata Rp1,4 juta per peserta.

    “Dari sekitar 5,1 juta peserta Jamsostek tidak aktif, 20% diantaranya telah jatuh tempo dan belum juga di klaim," kata dia.

    Jamsostek sebenarnya berniat menyalurkan JHT tersebut kepada peserta karena menjadi hak peserta. Namun hal itu sulit dilakukan karena sebagian besar peserta didaftar menggunakan formulir lama dimana alamat sudah berubah.

    Lebih lanjut Ilyas menjelaskan, selama triwulan 1/2011 Jamsostek Jabar Banten telah menyalurkan dana milik peserta sebesar Rp509,5 miliar. Penyaluran untuk JHT termasuk yang paling besar ketimbang klaim dana untuk program lainnya. Angkanya mencapai Rp405 miliar. Sedangkan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) senilai Rp61,8 miliar, Jaminan Kematian senilai Rp12 miliar, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp29 miliar.

    "Selama triwulan 1/2011, kami menerima laporan 8.104 kasus JPK dan 669 kasus Jaminan Kematian dari peserta. Laporan tersebut kami tindaklanjuti untuk menerima klaim yang masing-masing nilainya Rp61,8 miliar dan Rp12 miliar," lanjut dia.

    Pada saat yang sama, pada triwulan 1/2011 Jamsostek berhasil menggandeng 946 perusahaan menjadi peserta Jamsostek dengan 161.369 tenaga kerja yang telah menjadi peserta Jamsostek sepanjang awal tahun 2011 atau memenuhi 25% target peningkatkan peserta Jamsostek 2011 sebesar 669.000 tenaga kerja.

    Dari pencapaian tersebut, sebanyak 702 perusahaan melibatkan 61.203 tenaga kerja adalah pengguna jaminan tenaga kesehatan (JTK). Yaitu kartu jaminan kesehatan yang akan melindungi tenaga kerja jika terjadi kecelakaan kerja. “Program ini yang saat ini sedang kita dorong, dan masuk pada sektor informal. Potensi, saya kira masih cukup besar,” jelas dia.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus