Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Alokasikan RP10-20 Milyar Subsidi Pasar Murah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22828.jpg

    BANDUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 hingga 20 miliar per tahunnya untuk subsidi operasi pasar murah  menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

    "Penyerapan anggaran dalam rangka pelaksanaan Operasi Pasar Murah ini menunjukkan tren yang terus meningkat, hal ini menunjukkan semakin besarnya animo masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Pasar Murah," kata Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa saat memberikan sambutan pada Rakor Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional 1438 Hijriah/2017 Masehi, di Bandung, Kamis (4/5)

    Iwa menuturkan upaya lainnya yang kami laksanakan dalam rangka stabilisasi harga adalah pelaksanaan pasar murah/bazar ramadhan yang dilaksanakan di Halaman Gedung Sate, dibeberapa Kecamatan di Kota Bandung serta di kabupaten/kota yang melibatkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat serta bekerjasama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) dalam pelaksanaan operasi pasar gula di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

    "Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan pembangunan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk terus merapatkan barisan bekerjasama dan bersinergi serta menggelorakan semangat membangun, semangat kebersamaan, semangat maju dan mengedepankan kepeloporan dalam berbagai implementasi solusi pembangunan yang bersifat terobosan sesuai tuntutan jaman, guna menghadirkan daya saing Jawa Barat yang tinggi dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Jawa Barat," kata Iwa.

    Menurut Iwa, ekonomi Jawa Barat pada Tahun 2016 tumbuh 5,67 persen meningkat dibandingkan Tahun 2015 sebesar 5,04 persen dan di sisi Produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 14,27 persen. 

    "Dari sisi Pengeluaran pertumbuhaan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (RKT) sebesar 5,60 persen. Sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Laju inflasi tahun kalender 'year to date' (Januari-April 2017) sebesar 1,38 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (April 2017 terhadap April 2016) tercatat sebesar 3,92 persen," pungkasnya. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus