Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Telkom University Resmikan Gedung Creative Center

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22901.jpg

    BANDUNGKAB-TELKOM University memiliki fasilitas terbaru yaitu Gedung Telkom University Creative Center (TUCC) yang diresmikan Rektor Telkom University, Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., Selasa (9/5).

    Gedung yang menghabiskan sekitar Rp. 8,5 miliar ini dibangun dalam dua tahap, tahap pertama pembangunan fisik gedung yang ground breakingnya dilaksanakan pada 22 Desember 2015 dan secara fisik selesai di pertengahan 2016 akan tetapi memakan waktu untuk interior dan peralatannya. Meski belum 100% namun saat ini seluruh ruangan sudah bisa difungsikan sesuai rencana.

    Turut hadir dalam peresmian tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung,  Ir. Sofian Nataprawira, MP., yang dalam sambutannya mengatakan terdapat tiga syarat untuk mewujudkan bangsa yang maju dan sejahtera, yaitu memiliki kemandirian, daya saing yang kuat dan peradaban yang mulia.

    “Untuk membangun ketiga syarat itu, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, baik dalam konteks Indonesia sebagai sebuah bangsa, maupun dalam konteks Kabupaten Bandung sebagai daerah otonom,” kata Sekretaris Daerah.

    Pemkab Bandung menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Telkom University yang telah melakukan inovasi dan kreasi dengan membangun Gedung TUCC ini.

    “Saya harap gedung ini dijadikan wadah pusat pengkajian ilmu bidang industri kreatif yang akan menjadi creative hub bagi pelaku industri, Pemerintah Daerah, Akademisi dan masyarakat Kabupaten Bandung,” lanjut Sofian Nataprawira.

    Sofian merasa sangat bangga karena Telkom University ini berada di wilayah Kabupaten Bandung, oleh karena itu menurutnya harus ada bantuan dan partisipasi dari Pemkab Bandung berupa regulasi perizinan, keamanan dan ketertiban.

    “Pemkab Bandung juga akan mencoba membantu memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan Telkom University termasuk Fakultas Industri Kreatif ini sehingga lembaga pendidikan bersama Pemkab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah pembangunan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

    Rektor Telkom University, Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Ph.D., memaparkan bahwa pada awal 2014, fasilitas di FIK ini masih sangat kurang sehingga untuk workshop harus meminjam milik pribadi dosen.

    “Terima kasih untuk Yayasan Pendidikan Telkom yang sudah memberikan support pembangunan TUCC juga pembangunan lainnya di Kampus Telkom University ini,” ucap Mochamad Ashari.

    TUCC ini,  jelas Ashari, memiliki 2 nama resmi, yaitu nama spesifiknya TUCC sedangkan nama lainnya adalah nama pulau terluar Indonesia yaitu Sebatik (pulau di sebelah timur laut Kalimantan), digagas dari Perpres nomor 78 Tahun 2005 dan diperbaharui pada Maret 2017 dengan Keppres nomor 6 Tahun 2017 tentang penetapan pulau-pulau kecil terluar di Indonesia.

    “Sebagaimana halnya gedung-gedung lainnya juga mengambil nama lain dari pulau-pulau kecil terluar di Indonesia, ada Gedung Tokong Nanas, Gedung Bangkit dan masih banyak lagi,” katanya.

    Ashari berharap TUCC tidak hanya sebagai pusat kegiatan mahasiswa FIK saja, tapi juga bagi seluruh mahasiswa di lingkungan Telkom University dan juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pada khususnya dan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya.

    “Gedung ini mudah-mudahan bisa menjadi ikon gedung desain kreatif di Indonesia, akan menjadi pusat pertukaran kegiatan yang terkait dengan industri kreatif di Indonesia atau kampus-kampus yang memiliki fakultas industri kreatif,” lanjut Ashari.

    Pembangunan gedung ini, kata Ashari, merupakan salah satu komitmen dari Telkom University untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, dimana paparnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Indonesia berada di kisaran 29%, dari sekitar 21 juta baru sekitar 5 juta saja yang bisa mengenyam bangku kuliah.

    “Komitmen lain selain fasilitas fisik, kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas diantaranya di Tahun 2017 mendapat akreditasi A dan merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten,” kata Ashari bangga.

    Prestasi-prestasi yang membanggakan Ashari khususnya dari FIK diantaranya, mahasiswa Desain Produk yang menjuarai kompetisi video football dan mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Stadion Stamford Bridge markas Klub Chelsea, mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang menjuarai kompetisi foto compress (communication press), serta mahasiswa Desain Interior terpilih mengikuti pameran di Milan Design Week di kota Milan, Italia untuk memamerkan karya-karyanya.

    “Telkom University juga membuka diri untuk bekerja bersama pemerintah daerah dalam membina wilayah di lingkungan sekitar, yaitu adanya program pelatihan masyarakat, jadi penduduk di sekitar kami undang untuk sharing menambah keterampilan terutama untuk para ibu rumah tangga,” tutupnya

    Sementara itu Dekan FIK, Dr. Ir. Agus Achmad Suhendra, M.T., menjelaskan TUCC dibangun berdasarkan filosofi 4 rantai nilai yang ada di industri kreatif yaitu creation, production, exhibition dan commercialisation. Memiliki luas bangunan 1.700 m2 yang terdiri dari 3 lantai.

    Lantai 1 terdapat 3 laboratorium yaitu Lab Batik (Program Studi Kriya Tekstil dan Mode), Lab Desain Produk (Program Studi Desain Produk) dan Lab Seni Rupa (Program Studi Seni Rupa Intermedia).

    Lantai 3 terdapat Lab Ergonomi dan Lighting (Program Studi Desain Interior), dan Studio Multimedia (Program Studi Desain Komunikasi Visual). Seluruh laboratorium di TUCC ini merepresentasikan rantai nilai di industri kreatif.

    Sedangkan Lantai 2 merupakan Galeri untuk memamerkan secara reguler karya-karya yang merepresentasikan 5 program studi di FIK. Galeri ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa FIK saja tapi juga bagi seniman di luar Telkom University.

    “Kami membuka peluang bagi pelaku industri kreatif skala besar, menengah maupun kecil untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di gedung TUCC ini melalui mekanisme kerjasama,” kata Agus Achmad Suhendra.

    Selain indoor, TUCC juga menyediakan 2 fasilitas outdoor yaitu Garden Gallery, yang digunakan untuk memajang karya-karya yang sifatnya monumental seperti patung atau seni instalasi lainnya dengan sistem pencahayaan yang sudah dipersiapkan. Yang kedua yaitu Amfiteater, digunakan untuk performing art, fashion show, pertunjukan musik, pembacaan puisi dan lain lain yang sifatnya apresiasi seni.

    “Tema yang diusung Gedung TUCC ini adalah Creating Harmony Collaboration in Creative Industry, jadi bagaimana kami menciptakan suatu kolaborasi yang harmonis dengan seluruh pelaku industri kreatif khususnya di Kabupaten Bandung dan Indonesia pada umumnya,” tutup Agus Achmad

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus