Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Camat Fokus 4 Prioritas Penggunaan Dana Desa 2017

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22995.jpg

    KAB. BANDUNG-Dalam penyelenggaraan pembangunan, desa merupakan garda terdepan sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat secara langsung.  Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH.,M.Ip  meminta pada para Camat agar lebih fokus pada 4 prioritas utama dalam penggunaan Dana Desa tahun 2017.  Menurutnya pengelolaan Dana Desa di Kabupaten Bandung harus memprioritaskan untuk pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMD), pengembangan produk unggulan desa, pembuatan embung air desa dan pembangunan sarana olah raga.

    “Saya minta agar para Camat bisa menguatkan prioritas utama penggunaan Dana Desa, untuk 4 hal yakni setiap desa harus memiliki produk unggulan, yang bisa menjadi identitas juga bisa mendongkrak ekonomi warganya.  Selain itu harus disediakan embung air desa, lapangan sepak bola sebagai sarana olah raga dan setiap desa harus memiliki BUMD,” ucap Bupati usai acara Sosialisasi Dana Desa yang dipusatkan di Gedung Korpri Soreang, Senin (15/5).

    Bupati menuturkan, desa harus mendapatkan perhatian besar dalam hal pembangunan. Tujuannya  lanjut Bupati agar desa bisa mengembangkan potensi wilayahnya, juga untuk kesejahteraan masyarakat desa melalui Dana Desa.

    Dana Desa tersebut lanjut Bupati, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukan bagi desa, kemudian ditransfer melalui APBD   dan digunakan untuk membiayai pembangunan di pedesaan.

    “Dana Desa ini bisa digunakan untuk  pelaksanaan pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Bisa juga untuk membeli bibit tanaman, ternak dan pembiayaan untuk peningkatan SDM masyarakat (pelatihan),” ungkapnya.

    Lebih jauh Dia berharap, Dana Desa yang dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) bisa maksimal dalam mendukung Bandung seribu Kampung. Identitas ini akan berindikasi terhadap berbagai hal katanya, seperti peningkatan ekonomi rakyat, pariwisata dan budaya, daya saing dan daya beli juga akan mengembangkan kreativitas dan inovasi masyarakat Kabupaten Bandung.

    Sementara Asisten Pemerintahan H. Yudhi Haryanto,SH.,SP.1 mengungkapkan Dana Desa dari APBN tahun 2017 mencapai Rp. 249.414.249.000,-. Menurutnya angka tersebut naik 25 persen dari tahun 2016 yakni sebesar Rp. 195.728.343.000,-. Dalam pengajuannya Pemdes harus memahami prosedur tertentu agar pengelolaannya jelas.

    “Pengajuan dan pengelolaan Dana Desa harus sesuai prosedur, seperti adanya TPKD (Tim Pelaksana Kegiatan Dana Desa), penyelesaian pelaporan dan pertanggungjawaban Dana Desa tahun sebelumnya, juga aturan lainnya sesuai dengan Peraturan Bupati Bandung nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Desa, yang tentu saja harus dipahami,” ungkap Yudhi.

    Sampai saat ini, menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dari 270 Desa di Kabupaten Bandung, hanya 7 Desa yang telah menyampaikan laporan dan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa. Kepala DPMD Dra. Ros Roswita.,M.Si menyampaikan Dana Desa akan diberikan bagi Pemdes yang telah memenuhi kualifikasi tertentu, salah satunya adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban tahun anggaran sebelumnya.

    “Dana Desa tahun 2017 akan diberikan melalui 2 kali tahapan,  yakni 60% di bulan Mei dan 40%  pada bulan Juli, untuk Pemdes yang telah menyampaikan laporan pertanggungjawbannya. Hal ini saya harap bisa terus disosialisasikan pada seluruh aparat Desa agar Dana Desa bisa terserap maksimal untuk pembangunan pedesaan,” harapnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus