Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PNS Harus Contohkan Gaya Hidup Bersahaja

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_22996.jpg

    KAB. BANDUNG-Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, S.H., S.Ip., M.Si., mengajak seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintah Kabupaten Bandung agar menjadi contoh bagi seluruh masyarakat untuk senantiasa bersahaja terutama saat memasuki Bulan Suci Ramadhan.

    Pemerintah, kata Dadang, selalu mendapat kritikan terhadap kenaikan bahan-bahan pokok setiap menjelang bulan suci Ramadhan, untuk itu operasi pasar akan tetap dilakukan untuk mengantisipasinya.

    “Pemerintah akan tetap berupaya menekan kenaikan ini dengan mengadakan operasi pasar, akan tetapi jika setiap kita selalu bersahaja, tidak mengada-ada, menyediakan menu sederhana saat bulan suci, pastinya harga bahan pokok tidak akan beranjak naik,” kata Bupati Bandung di sela-sela kegiatan Siraman Rohani di Gedung Mohamad Toha Soreang, Senin (15/5).

    Dalam kesempatan itu, Dadang M. Naser secara pribadi atas nama keluarga mengucapkan mohon maaf lahir bathin kepada seluruh karyawan, aparatur Pemerintah Kabupaten Bandung, dan seluruh warga Kabupaten Bandung.

    “Saya mengajak kepada seluruh Pegawai Negeri untuk menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat, memberikan pelayanan publik yang terbaik, puasa tidak dijadikan alasan tapi justru meningkatkan kinerja kita, disamping bagaimana kita mengisi kekuatan spiritual kita dengan membaca Al-Qur’an (tadarus) bersama di instansi masing-masing, ber’i’tikaf maupun tarawif keliling,” kata Dadang M. Naser.

    Ustad Hamim Syuhadi yang mengisi tauziah pada acara Siraman Rohani tersebut mengetengahkan tentang 4 golongan manusia yang do’anya tidak ditolak Allah SWT.

    “Ada 4 golongan manusia yang do’anya tidak ditolak Allah SWT, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a kedua orangtua, do’a orang yang sedang shaum dan do’a orang yang sedang melaksanakan ibadah haji,” papar Ustad Hamim.

    Ustad Hamim melanjutkan, Allah sangat tahu kualitas manusia, 11 bulan dalam satu tahun manusia lebih banyak buruknya, tapi Allah menyediakan 1 bulan untuk menghapus dosa, maka berbahagialah manusia yang diberi kesempatan memasuki Bulan Ramadhan.

    “Jika kita tidak terlalu banyak beramal shaleh jangan terlalu banyak berbuat salah, kalau kita tidak banyak uang tidak masalah, asal jangan banyak hutang, itu suatu konsekuensi hidup, sederhana tapi menentramkan,” kata Hamim Syuhadi.

    Sebelum masuk Bulan Ramadhan, lanjutnya, bereskan dosa dengan meminta maaf kepada orangtua, suami/istri, tetangga, teman kerja, karena tidak mungkin Allah menerima shaum seseorang di Bulan Ramadhan jika masih ada dosa antar sesama manusia.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus