Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty : Gotong Royong Sebuah Kebutuhan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23026.jpg

    KARAWANG-Ketua Tim Penggerak PKK Netty Prasetyani Heryawan mengatakan, gotong royong bukan saja sebuah kewajiban yang harus dilakukan melainkan sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Perwujudan nyata gotong royong berada dalam kehidupan kader-kader PKK, kader posyandu, kader kesehatan keliling, kader jumantik, kader yang mengelola pos paud di daerahnya masing-masing. 

    "Kalau kita berbicara gotong royong tentu tidak dapat kita pisahkan dari PKK, karena sejarah PKK memberikan gambaran pada kita artinya gotong royong bukan hanya sebagai kewajiban tetapi sudah menjadi kebutuhan setiap makhluk hidup,"kata Netty usai mengikuti acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-14 dan hari kesatuan Gerak PKK ke-45 di lapangan Karang Pawitan Kabupaten Karawang, Selasa (16/5/2017)

    Dikatakan Netty, setiap manusia membutuhkan pertolongan, bantuan dan berinteraksi dengan manusia yang lainnya.

    "Karena kita yakin setiap manusia tidak bisa hidup sendiri pasti membutuhkan bantuan orang lain. Menurutnya sikap gotong royong hanya ada di Indonesia dan tidak ditemukan di negara lain. 

    "Dan itu sudah dibuktikan oleh gerakan PKK sejak tahun 1957 dan dibuktikan dengan keberpihakan pemerintah,"

    Netty mengapresiasi pendidikan kesejahtraan keluarga pada masa lalu yang diwujudkan dengan keberpihakan pemerintah Jawa Tengah dengan merespon gejolak di masyarakat dalam menangani busung lapar yang melibatkan bantuan masyarakat.

    "Oleh karena itu Gubernur Jawa Tengah pada waktu 1972 megirim surat kawat khusus kepada seluruh gubernur di Indonesia untuk menetapkan gerakan PKK menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga dan melalui Munaslub di Bandung PKK berubah menjadi pemberdayaan keluarga,"paparnya. 

    Pemberdayaan, sambung Netty, memiliki makna mengubah yang tidak tahu menjadi tahu, itu dilakukan oleh kader PKK yang memiliki tugas dasar yaitu menyuluh dan menggerak.

    "Kalau setiap daerah memiliki catatan angka kesehatan masyarakatnya, itu merupakan peran kader posyandu dengan penuh keihklasan menggerakan ibu dan balita datang ke kegiatan posyandu setidaknya untuk menimbang bayi sehingga diketahui angka kesehatan masyarakat di daerah itu,"paparnya.

    Hal itu, dikatakan Netty, bentuk gotong royong yang paling kongkret yang dilakukan oleh kader PKK se-Jawa Barat bahkan se-Indonesia.

    "Inilah makna kenapa pemerintah menggabungkan antara peringatan gerakan hari PKK dengan pencanangan bulan bhakti gotong royong,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus