Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kompetensi dan Profesionalitas ASN Tentukan Keberhasilan Pembangunan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23044.jpg

    KAB. BANDUNG-Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai peranan yang strategis dalam menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. ASN yang mampu memainkan peran tersebut adalah ASN yang mempunyai kompetensi yang ditandai dari sikap dan perilaku yang profesional serta memiliki kesadaran akan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

    Hal itu terungkap dalam sambutan tertulis Bupati Bandung yang dibacakan Sekretaris BKPPD Kabupaten Bandung, Drs. Yani Suhardi Setiawan, M.M., disela-sela kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan dan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Pemkab Bandung di Bale Sawala Soreang, Rabu (17/5).

    Yani Suhardi melanjutkan, dalam situasi yang terus menerus berubah dan berkembang, berbagai tantangan dan tuntutan yang dihadapi menjadi semakin berat dan semakin kompleks dan peran dari pemimpin dan faktor dari kepemimpinan dalam organisasi dirasakan semakin penting.

    “Untuk itu Pemkab Bandung membutuhkan sumber daya pegawai yang memiliki kompetensi yang baik, dan pengembangan kapasitas dalam mendapatkan keahlian ini merupakan hak ASN,” ujar Yani.

    Kegiatan FGD ini, jelas Yani adalah dalam rangka diskusi dan sosialisasi analisis kebutuhan diklat aparatur untuk mendapatkan jenis kediklatan yang dibutuhkan dan berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi kepegawaian, karena setiap aparatur memiliki hak untuk dikembangkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

    Berkaitan dengan pengembangan diklat aparatur sesuai dengan amanat Permendagri nomor 2 Tahun 2013 tentang pedoman pengembangan sistem diklat berbasis kompetensi di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah pasal 21 ayat 1 menyatakan bahwa pengembangan program diklat harus dilaksanakan pada 3 tingkatan, yaitu pada tingkat sistem, organisasi dan tingkat individu.

    “Analisis kebutuhan diklat ini merupakan langkah awal dari perencanaan program yang diperlukan untuk menemukan kesenjangan antara kompetensi yang disarankan dengan kompetensi yang dimiliki oleh aparatur saat ini sesuai dengan tugas dan fungsinya,” pungkas Yani.

    Para peserta FGD ini adalah perwakilan seluruh Perangkat Daerah Kabupaten Bandung, dengan narasumber Kepala Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan BPSDM Provinsi Jawa Barat, Engkus Sutisna, S.T., M.T. dan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Aparatur PKP2A I LAN, Dr. H. Baban Sobandi, S.E., M.Si.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus