Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Opini WTP Untuk Kab.Bandung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23369.jpg

    BANDUNGKAB-Pemerintah Kabupaten Bandung akhirnya bisa mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I tahun 2017 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2016, dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Penyerahahan setifikat opini WTP tersebut langsung diterima Bupati Bandung H.Dadang M.Naser.

    Bupati mengatakan, diraihnya predikat WTP oleh Pemkab Bandung untuk pertama kalinya ini merupakan wujud komitmen, tekad, semangat, dan kerja sama serta kerja keras dari seluruh jajaran DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menciptakan sistem pegelolaan keuangan dan aset yang mumpuni. 

    ''Antara lain dengan menetapkan Perda APBD tepat waktu, pembenahan data aset dan tentunya dukungan doa seluruh masyarakat,'' ucap Bupati di Kantor BPKP Provinsi Jawa Barat Jl. Raya Cibeureum No.50, Campaka, Andir, Kota Bandung, Rabu (31/5) lalu.

    Menurutnya, pemeriksaan dan audit oleh  BPK dilaksanakan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). Antara lain meliputi pemeriksaan atas laporan keuangan, pemeriksaan kinerja meliputi atas aspek ekonomi, aspek efisiensi dan aspek efektivitas dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, yaitu pemeriksaan yang tidak termasuk dalam pemeriksaan keuangan dan pemeriksan kinerja.

    Tujuan pemeriksaan yang dilakukan BPK adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai  apakah laporan keuangan Pemkab Bandung telah disajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip  akuntansi yang berlaku umum di Indonesia,'' kata Dia.

    Bupati menambahkan, berdasarkan penilaian yang dilakukan BPK, penetapan opini WTP atas LHP LKPD  mempertimbangkan tingkat kesesuaian dengan standar akutansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas system pengendalian intern.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus