Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Beredar Isu Udang Plastik Dijual Bebas

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23385.jpg

    BOGORKOTA-Beredarnya isu dan video viral masuknya penjualan udang plastik ke Indonesia membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pertanian (Distan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengantisipasinya ke dua supermarket yang berada di jalan Pahlawan dan di jalan Siliwangi, Sukasari, Senin (05/06/2017). 

    Kepala Bidang (Kabid) Perikanan pada Distan Kota Bogor, Drh. Wina mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan khusus untuk ikan, baik itu ikan air tawar maupun ikan laut hingga produk olahan ikan. 

    "Kami melakukan pengawasan secara rutin, baik itu hari biasa, menjelang ramadhan, bulan ramadhan maupun menjelang Idul Fitri," katanya.

    Dia menyebut, saat ini pihaknya mendengar adanya isu tentang beredarnya udang palsu atau udang plastik dari negara Cina yang dijual di Indonesia. Namun, untuk di Kota Bogor Distan Kota Bogor sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan tidak ditemukan.

    "Pertama kami melakukan pengawasan terhadap udang yang dijual di kota Bogor, kami tadi sudah melakukan pengujian di dua supermarket dan hasilnya udang tersebut adalah udang asli," jelasnya.

    Selain itu lanjutnya, pihaknya juga mengedukasi kepada masyarakat bahwa udang bisa dilihat asli atau tidak dengan cara pemanasan, baik itu direbus ataupun dengan cara digoreng. 

    Ia menerangkan, ada tiga cara untuk membedakannya, yaitu dilihat dari warnanya, apabila udang tersebut palsu warnanya pucat dibanding udang asli. Kedua, dari konsistensi atau kekenyalan, udang asli rapuh atau mudah patah, sedangkan udang palsu seperti karet dan kenyal. Ketiga, dari aromanya udang asli aromatis atau amis dan udang palsu bau plastiknya lebih dominan. 

    "Jadi cara ini sangat mudah, bisa dilakukan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

    Sementara itu, untuk sampel ikan yang diuji dilakukan dengan dua tahap. Pertama, dengan cara rapid test, rapid test adalah uji cepat yang dilakukan di tempat dan kedua dengan cara di uji di laboratorium yang terakreditasi hingga diteliti lebih dalam.

    "Untuk lamanya tergantung dari ujinya,  diantaranya uji formalin, uji rhodamin dan uji boraks. Kurang lebih waktunya satu minggu, tapi tergantung dari jenis dan jumlahnya," sebut dia.

    Ia menghimbau kepada masyarakat untuk merasa tenang dan tidak resah dengan adanya kabar berita yang viral bahwa udang palsu telah masuk dan dijual di Indonesia. 

    "Di Kota Bogor aman, dan kami akan terus awasi," tegasnya. (SZ/Foto : Hari)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus