Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Irigasi Nagrok digadangkan tuntas Tahun 2018

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23432.jpg

    SUMEDANG-“Saya janjikan, Insha Allah masalah pengairan irigasi Nagrok akan tertangani”, janji Bupati Sumedang, H. Eka Setiawan tersebut diungkapkan pada audiensinya dengan perwakilan paguyuban kelompok tani Sumedang Utara yang dilaksanakan di Gedung Negara, Selasa (7/6). Irigasi Nagrok tersebut mengairi  363 Hektare lahan pertanian di wilayah Sumedang Utara dan 403 Hektare wilayah Kecamatan Tanjungkerta. 

    Audiensi tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahaan Pangan, Ir. Yosep Suhayat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang, Dr. Ir. Sujatmoko, Camat Sumedang Utara, Dikdik Syeh Rizki, perwakilan dari BPKA, perwakilan dari Bappppeda, perwakilan kelompok tani Sumedang utara, serta unsur terkait lainnya.

    Dana Oding selaku bendahara dari Paguyuban Kelompok Tani tersebut menyampaikan bahwa selama 18 tahun para petani di Sumedang Utara yang terdiri dari 800 orang anggota terkena dampak irigasi Nagrok mengalami kerugian  yang luar biasa. Hal tersebut, bisa dilihat dari hasil pertanian mereka yang turun drastis setiap tahunnya. Hal itu menurut Dana, terjadi karena Irigasi Nagrok mengalami kerusakan sehingga tidak dapat mengairi sawah dan lahan mereka sebagaimana mestinya. “Saya selaku perwakilan dari petani, Bupati Sumedang dapat mendengar keluhan kami, karena sudah 3 kali irigasi ini diperbaiki tapi hasil dari perbaikan tersebut belum terasa oleh kami,”katanya.

    Dikatakan Dana, dampak dari rusaknya saluran Irigasi Nagrok yang terletak di Desa Sukamaju tersebut selain dari hasil tani yang menurun peghijauan di daerah tersebut pun dinilai tidak maksimal. ”Abdi sareng petani-petani nu aya di Kecamatan Sumedang Utara mung hoyong cai ngocor deui,”ujarnya

    Sementara itu, Bupati Eka dalam audiensi tersebut menyampaikan rasa optimisnya bahwa permasalahan irigasi Nagrok akan bisa diselesaikan. Menurut Eka, pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik untuk menangani permasalahan tersebut. “ Pada intinya saya sepakat untuk menuntaskan permasalahan irigasi Nagrok, insha Allah akan kita dorong pada anggaran Tahun 2018. Untuk itu, saya minta waktu untuk membicarakan permasalahan dengan dinas-dinas terkait, agar bisa dicatat di RKPAD. Saya himbau kepada Dinas Pertanian, PU, Bappppeda dan BPKAD untuk bersama-sama berjuang untuk membereskan irigasi Nagrok,”ujarnya

    Masih menurut Bupati Eka, permasalahan Irigasi Nagrok penting untuk segera diselesaikan, hal itu menurut bupati berkaitan dengan permaslahan ketahanan pangan. “Saya memahami dengan tidak beroprasinya Irigasi Nagrok merugikan masyarakat Sumedang. Untuk itu, pada kesempatan ini saya perintahkan kepada Dinas terkait untuk mengecek anggaran, kemudian evaluasi ulang, sehingga mekanisme untuk perbaikan irigasi Nagrok segera terselesaikan,”kata Eka.

    “Untuk bapak ibu semua, permasalahan ini akan kami prioritaskan. Saya sangat memahami kesulitan para petani. Meskipun keterbatasan anggaran, irigasi Nagrok memang harus segera diperbaiki karena petani adalah penghasil makanan untuk masyarakat,”imbuhnya.

    Dr. Ir. Sujatmoko dalam kesempatan tersebut menjelaskan, perbaikan irigasi Nagrok harus diselesaikan sesuai dengan mekanisme pemerintahan. Dikatakan Sujatmoko perbaikan irigasi  harus bertahap serta dilakukan sesuai perencanaan yang matang dan juga harus melalui tender terlebih dahulu. “Perlu bapak dan ibu ketahui, supaya hasil dari perbaikan irigasi ini maksimal dan tuntas dari hulu ke hilir, kita harus menempuh mekanisme yang ada. Untuk itu, kita berdoa bersama-sama agar anggarannya ada, kemudian tahun 2017 ini bisa di tenderkan dan semoga tahun 2018 nanti irigasi Nagrok bisa beres,”pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus