Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anggota Koperasi di Indonesia Masih Minim

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23440.jpg

    BANDUNG-Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM), hingga akhir Maret 2017 sudah ada 1.061 koperasi di Jabar yang mengantongi NIK. Total, secara nasional baru 9.425 unit koperasi yang memiliki sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK).

    Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat, Mustopa Djamaludin mengatakan Data Kementerian KUKM per akhir 2015 menyebutkan, ada 25.741 koperasi di Jabar. 

    "Dari jumlah tersebut sebanyak 16.855 aktif dan 8.886 tidak aktif. Sementara yang melakukan RAT hanya 6.697 unit," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (8/6/2017).

    Menurutnya, koperasi harus dikembalikan menjadi sokoguru perekonomian rakyat. Koperasi menurutnya sebagai lembaga self help.

    "Dengan berkoperasi, masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan secara swadaya," tuturnya.

    Sayangnya, menurut dia, di Indonesia jumlah anggota koperasi tidak lebih dari 8%-10% populasi. Padahal di Amerika Serikat enam dari sepuluh penduduknya adalah anggota koperasi. Di Singapura sembilan dari sepuluh penduduknya juga berkoperasi.

    "Ini adalah ironis. Kenapa? Karena satu-satunya negara yang punya Undang-undang Koperasi adalah Indonesia. Seharusnya koperasi tumbuh subur di Indonesia," katanya.

    Oleh karena itu, selain harus mengadopsi manajemen profesional, menurut dia, koperasi juga harus kekinian, salah satunya dengan mengadopsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

    "Dengan begitu, koperasi bisa menjangkau seluruh segmen populasi, termasuk kaum muda," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus