Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pesantren Kilat Membiru Season 3 Momentum Rubah Paradigma

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23522.jpg

    BANDUNG-Sesuai dengan ajaran agama bahwa 9 pintu rezeki berasal dari berdagang sedangkan 1 hanya untuk pegawai. Untuk itu, kegiatan Pesantren Kilat Membiru Season 3 tahun ini bisa dikatakan sebagai ajang merubah paradigma dari pekerja menjadi seorang pengusaha.

    "Saya berharap dari pesantren kilat ini dengan tema Pemuda dan Quran bisa mengubah paradigma kita," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) saat membuka acara Pesantren Kilat Membiru Season 3 dengan tema "Pemuda & Quran" di area Pusdai Jalan Diponegoro Bandung, Senin (12/6/2017)

    Demiz menuturkan sejak awal paradigma kita adalah bagaimana cara cepat lulus sekolah dengan angka terbaik supaya cepat dapat kerja. Bukan bagaimana menciptakan usaha agar bisa menciptakan lapangan kerja.

    "Paradigma ini harus dirubah seolah-olah kita tidak akan mendapatkan rezeki kalau tidak menjadi pekerja. Padahal pintu rezeki terbuka luas dari sektor perniagaan,"tuturnya.

    Namun, sayangnya, umat muslim rerata memilih satu pintu dengan menjadi pekerja. Kondisi ini menyebabkan minimnya jumlah pengusaha muslim di negeri ini

    "Sayangnya kebanyakan orang memilih satu pintu karena ingin menjadi pegawai,"ujarnya

    "Itulah sebabnya berapa banyak pengusaha yang non muslim di Indinesia menjadi pengusaha besar dan berapa persen pengusaha muslim yang ada di Indonesia,"tambahnya.

    Demiz mencontohkan Rosululloh pun menjadi pengusaha sukses, meski masa remaja sempat menjadi pekerja. 

    "Rosul pun berdagang meski sempat menjadi pekerja sebagai pengembala tetapi setelah dewasa beliau menjadi pengusaha yang sukses,"tegasnya.

    "Sayangnya negeri kita membiarkan orang-orang terampil untuk menjadi pekerja dengan banyaknya SMK yang ada.  70 persen usia produktif tidak menjamin angkatan kerja tersebut terserap oleh dunia industri. Maka pola paradigma ini harus dirubah,"ungkapnya

    Demiz menilai solusinya adalah mengubah paradigma kita dari pekerja menjadi pengusaha.

    "Siapa yang lebih bermanfaat, yang memberi kerja atau pencari kerja?. Kita umat Islam harus mengubah paradigma itu,"pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus