Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kelompok Tani Katata Terima Polis Asuransi Mikro

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23695.jpg

    BANDUNG-Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Barat melakukan Aksi Nyata, yaitu eksekusi langsung berupa penyaluran 100 Polis Asuransi Mikro, 10 Sertifikat Agen Laku Pandai dan penyaluran 5 Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Katata.

    Sinergi Aksi Nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional II Provinsi Jawa Barat melalui TPAKD Jabar ini berlangsung di Gedung Mohamad Toha Soreang, Senin (19/6).

    Kelompok Tani Katata merupakan kelompok petani unggulan dari Kecamatan Pangalengan binaan UNPAD, PT. HERO Supermarket Tbk., Giant dan Bank Indonesia yang memasarkan produk sayurannya di Supermarket Hero, Giant, Pasar Induk di Bandung, Jakarta dan Bekasi.

    Kepala OJK Regional II Jabar selaku pengarah TPAKD Jabar, Sarwono, mengungkapkan bahwa di Indonesia terdapat kurang lebih 118 bank umum dan 1630 BPR, sedangkan jumlah total penduduk Indonesia sekitar 250 juta. Dengan jumlah bank sebanyak itu seharusnya masyarakat Indonesia secara umum mendapat akses keuangan, tapi nyatanya masih belum sesuai harapan.

    “Dari survey yang dilakukan OJK pada tahun 2016, tercatat hanya 29% masyarakat yang memiliki pemahaman yang cukup terhadap produk dan layanan jasa keuangan, ini bisa dikatakan sangat rendah dan pemahaman yang rendah ini berkaitan erat dengan masih tertutupnya masalah akses keuangan,” jelas Sarwono.

    Sarwono menyebut ada 3 hal yang menjadi penyebabnya, yang pertama yaitu kurangnya edukasi yang intensif, adanya aturan mengenai agunan dan jarak perbankan yang tidak mudah dijangkau masyarakat desa.

    “Masalah edukasi bukan hanya tanggungjawab OJK tapi juga industri layanan perbankan, ini yang harus terus ditingkatkan,” terangnya.

    Upaya pemerintah lewat KUR, lanjutnya, sudah memberikan keleluasaan kepada perbankan untuk menyediakan pembiayaan tanpa agunan sampai dengan Rp. 25 juta. Sedangkan permasalahan jarak, OJK sudah menyediakan fasilitas dengan adanya agen-agen Laku Pandai.

    “Dengan adanya agen Laku Pandai yang sudah tersertifikasi akan memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan perbankan sehingga tidak kesulitan menjangkau bank yang letaknya di kota,” kata Sarwono.

    Tahun 2017 ini, lanjut Sarwono, TPAKD Provinsi Jawa Barat mempunyai 2 program, yaitu perluasan akses keuangan bagi para petani karena tema yang diusung masih pada ketahanan pangan.

    “Kelompok Tani Katata Kecamatan Pangalengan ini dipilih karena memiliki usaha dan akses pasar yang baik akan tetapi dukungan modalnya yang masih kurang, akses keuangannya masih terbatas, ini yang kami fasilitasi agar mereka lebih maju lagi,” tutupnya.

    Sementara Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, dalam sambutannya menyebutkan pembangunan pertanian adalah suatu bagian integral dari pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum. Untuk mencapai keberhasilan di sektor pertanian ini diperlukan kerjasama di antara petani, pemerintah, lembaga peneliti, ilmuwan, inovator, kalangan akademik maupun pihak swasta termasuk di dalamnya unsur perbankan.

    Pemkab Bandung memberikan apresiasi yang tinggi dengan dilaksanakannya penyerahan polis asuransi, penandatanganan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Agen Laku Pandai kepada petani hortikultura Kelompok Tani Katata Kecamatan Pangalengan, serta ucapan terima kasih kepada TPAKD Jawa Barat, Bank BJB dan Asuransi Bumi Putera.

    “Inilah wujud Sabilulungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura khususnya di Kecamatan Pangalengan, diiringi harapan melalui kegiatan ini, mampu meningkatkan gairah pemasaran pertanian guna memantapkan Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing,” ucapn Bupati Bandung.

    Selain Kelompok Tani Katata ini, sebut Dadang, masih banyak kelompok-kelompok tani lain yang perlu mendapat perhatian, karena di Kabupaten Bandung masing-masing daerah memiliki produk-produk tani unggulan maupun UMKM dan UKM dalam mewujudkan Bandung Seribu Kampung, ia berharap ke depan percepatan akses keuangan juga bisa menjangkau kelompok tani lainnya.

    “Selamat kepada Kelompok Tani Katata, semoga menjadi contoh teladan bagi kelompok tani lainnya dalam membuat pola tanam dan pola produksi pertanian yang lebih moderen, dan Saya mengucapkan terima kasih kepada TPAKD Jawa Barat atas pembinaannya kepada Kelompok Tani Katata ini,” pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus