Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kapolda Jabar: Terorisme, Kejahatan Luar Biasa

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_23948.jpg

    BANDUNG-Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengungkapkan bahwa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia merupakan kejahatan yang luar biasa.

    Untuk itu, dia mengimbau kepada jajaran kepolisian untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pasalnya kondisi keamanan di Jawa Barat termasuk yang luar biasa dengan adanya aksi terorisme.

    "Saya mengajak rekan kepolisian di Jawa Barat untuk bekerja dan berusaha dengan cara yang luar biasa, jangan cara yang biasa saja karena kita tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan. Apalagi Jabar terindikasi sebagai salah satu kantong atau tempat teroris," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (10/7/2017).

    Anton mengatakan salah satu peningkatan kinerja itu dengan menambah jam kerja bahkan tidak ada libur sekalipun.

    "Kita berharap kinerja polisi lebih ditingkatkan lagi misalnya dengan menambah jam kerja bahkan libur pun kita harus kerja," ungkapnya.

    Anton menilai kondisi Jawa Barat saat ini sedang terganggu dengan adanya aksi terorisme. Namun dengan dukungan semua elemen masyarakat, dia optimis terorisme di tanah Pasundan bisa ditumpas.

    "Ini merupakan PR yang sangat berat tapi Insya Allah dengan dukungan seluruh masyarakat kita perangi bersama aksi terorisme ini," ujarnya.

    Menurutnya, aksi terorisme bukan hanya sebatas fisik saja melainkan ideologi atau keyakinan. Anton pun mengaku tidak akan sanggup jika penyelesaian keyakinan ini hanya dilakukan oleh Polda Jabar saja.

    "Maka dari itu untuk meyakinkan Polri pun tidak akan mampu. Untuk itu mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat khususnya tokoh alim ulama dan tokoh masyarakat agar mereka tidak mudah terbujuk bahwa itu adalah tipu daya yang berkedok agama," paparnya.

    Anton mengimbau masyarakat umtuk bersama-sama menumpas aksi terorisme yang membahayakan stabilitas keamanan negara.

    "Mari kita sama-sama menumpas terorisme," tuturnya.

    Berkenaan dengan terorisme bom panci, Anton menyebut pihaknya sudah menangkap 20 orang yang terduga melakukan terorisme dengan bom panci.

    "Total kita sudah menangkap 20 orang. Namun kejadian yang kemarin kita sudah tangkap 1 orang dan sudah kita serahkan kepada Densus dan penanganannya," imbuhnya.

    Anton menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) bom panci yang meledak terakhir di Bandung. Polisi menemukan panci, paku dan gotri.

    "Alhamdulillah kemarin kita sudah olah TKP ada beberapa yang ditemukan seperti panci, paku dan gotri dan yang kemarin termasuk berdaya ledak rendah," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus