Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Harap Percepat Pembangunan Pelabuhan Patimban

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24015.jpg

    BANDUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengharapkan pembangunan pelabuhan Patimban di Subang segera direalisasikan. Pasalnya jika pelabuhan ini sudah ada maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

    Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ketika menerima kunjungan Deputy Chief of Mission sekaligus Wakil Duta Besar Jepang, Kozo Honsei di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (13/7/2017).

    Menurutnya, sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, Pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan total dana sekitar Rp 43,22 triliun. Proyek ini sebagian besar memang dibiayai dari pinjaman Jepang. Pelabuhan Patimban yang merupakan proyek pengganti Pelabuhan Cilamaya berlokasi di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanegara, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
     
    “Pelabuhan Patimban ini merupakan pengganti Cilamaya yang tidak jadi. Kita buktikan dengan penentuan lokasi yang cepat dan sosialisasi kepada masyarakat dengan cepat pula dan tanpa ada gejolak,” ungkapnya.

    Aher menjelaskan penyelenggaraan Pelabuhan Patimban berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Namun, Kementerian Perhubungan dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Pelabuhan terkait pembangunan, pengoperasian dan pengusahaannya. Rencananya pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibangun dalam 3 tahap pembangunan. Dimulai dengan tahapan konstruksi pada Januari 2018, dan soft opening pada 2019.

    “Ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2027 dengan kapasitas terminal yang mampu melayani bongkar muat kontainer sebanyak 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUS) per tahun dan terminal kendaraan sebanyak 600 ribu Completely Built Up (CBU) per tahun,” paparnya.

    Selain itu, Aher mengimbau kepada Dubes Jepang untuk lebih meningkatkan kerja sama dengan Pemprov Jabar termasuk melibatkan pemerintahan kabupaten setempat.

    “Kerja sama dengan Jabar perlu ditingkatkan. Tidak hanya di pemerintahannya sangat bagus, pemerintah kabupaten setempat pun harus dilibatkan meski kecil karena akan merasa memiliki,” tuturnya.

    Upaya lain yang dilakukan Pemprov Jabar dalam pembangunan pelabuhan tersebut diantaranya memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak pembangunan Pelabuhan Patimban. Aher mengaku mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.

    “Kita sudah bertemu dengan masyarakat menjelaskan tentang dampak ekonomi jika sudah jadi Pelabuhan Patimban. Ini adalah sebuah proses yang sangat baik karena masyarakat merespon dengan positif,” ujarnya.

    “Kita merasakan betul ketika masyarakat diajak bicara, diberi pemahaman lancar banget,” tambahnya.

    Selanjutnya, Pemprov Jabar akan melakukan pembebasan lahan. Untuk itu, dia berharap kepada Badan Pertanahan Nasional agar pembebasan tanahnya segera dilakukan. 

    “Nanti kalau sudah selesai pembebasan lahannya maka Pemprov Jabar akan segera memproses Amdal dan pembangunan fisiknya sekaligus,” imbuhnya.

    Aher menambahkan pihaknya akan melaksanakan tugas dengan sangat cepat bahkan di luar kebiasaan pengerjaan proyek pembangunan yang lain.

    “Kita akan melaksanakan tugas-tugas yang terkait dengan Pelabuhan Patimban diluar kecepatan biasa yang biasanya penetapan lokasi (penlok) sebulan ini seminggu bisa selesai. Pasti kita akan melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan sebagai tugas provinsi,” pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus