Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Terbesar Nasional, LPSE Jabar Lelang e-Proc Mencapai 1.028 Paket

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/lpse211.JPG

    Kepala Balai Layanan Pengedaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat Ika Mardiah menyatakan hingga per 31 Mei 2011, jumlah paket lelang yang masuk mencapai 1.028 buah. Hal itu menurutnya merujuk data lelang secara elektronik (e-Proc) pada website LPSE Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari 461 paket Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Jawa Barat, sisanya sebanyak 567 buah merupakan paket lelang instansi vertikal dan 22 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut sebanyak 434 paket telah selesai atau sudah diumumkan pemenangnya. Adapun nilai pagu keseluruhan mencapai Rp 1,7 triliun. Jumlah paket tersebut merupakan yang terbesar secara Nasional.

    "Jumlah tersebut jauh meningkat 60 persen pada periode yang sama tahun 2010. Dimana pada tahun 2010 hanya 624 paket dengan nilai Rp 1,2 triliun, dan tahun 2011 ini per 31 Mei sudah mencapai 1.028 paket dengan nilai Rp 1,7 triliun. Ini menunjukan LPSE sudah berjalan dengan baik dan pengguna merasakan manfaatnya. Dan menurut Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) jumlah paket tersebut adalah yang terbesar di Indonesia. Dan diharapkan akan terus meningkat sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang sangat serius mendorong penerapan e-proc," tegas Ika saat ditemui di Balai LPSE Provinsi Jawa Barat, Selasa (31/5) siang.

    Lebih lanjut Ika menjelaskan dari jumlah paket yang masuk nilai pagu keseluruhan mencapai Rp.1.715.127.658.319,78 (Rp. 1,7 triliun). Dari jumlah nilai tersebut pagu selesai sebesar Rp.703.229.238.398,78, (Rp. 703 miliar). Sementara nilai penawaran mencapai Rp.595.333.478.983,75 (Rp. 595 miliar) dan sisa tender sebesar Rp.107.895.759.415,03 (Rp. 107 miliar) atau tersisa15,34 %. Ika mempridiksi diperkirakan jumlah paket terus meningkat, mengingat ULP Provinsi Jawa Barat sendiri masih akan melelangkan sekitar 600-an paket, ditambah paket lelang yang berasal dari instansi vertikal dan 22 kabupaten/kota.

    Sedangkan data paket lelang non e-Proc mencapai 1.264 paket, lebih banyak dibanding lelang e-Proc. Hal tersebut dikarenakan beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota dan instansi lainnya belum seluruhnya melaksanakan lelang secara elektronik. Meski demikian sesuai amanat Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, maka Website LPSE tetap  digunakan sebagai media pengumuman lelang non e-Proc. "Diharapkan pengenalan website LPSE oleh ULP dan Rekanan dapat mendorong mereka untuk melaksanakan lelang secara elektronik," tutur Ika.

    Saat ini berdasarkan database Balai LPSE Provinsi Jawa Barat, jumlah penyedia yang telah mendapatkan kode akses sebanyak 7.772 perusahaan. Dari jumlah tersebut, penyedia terbanyak berdomisili di Kota Bandung sebanyak 1.751, dan berikutnya berdomisili di Kabupaten Bandung sebanyak 832 perusahaan. Jumlah paket lelang baik e-Proc maupun non e-Proc serta  jumlah penyedia yang mendapat kode akses pada LPSE Provinsi Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Indoensia. "Karenanya pada Rakor Nasional LPSE ke-6,  tanggal 7-9 Juni 2011 mendatang di Jakarta, LPSE Provinsi Jawa Barat diminta LKPP menyampaikan paparan “Inovasi Peningkatan Layanan LPSE"," pungkas Ika.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus