Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hadapai Tantangan Global, Direksi Bio Farma Dirombak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24107.jpg
    BANDUNG-Menteri BUMN selaku RUPS Bio Farma mengukuhkan pemberhentian dengan hormat, Iskandar sebagai Direktur Utama dan Mahendra Suhardono, sebagai Direktur Pemasaran Bio Farma pada tanggal 7 Juli 2017. Sebagai pengganti mengangkat M. Rahman Rustan, yang semula Corporate Secretary, sebagai Direktur Pemasaran Bio Farma, serta menugaskan Juliman untuk menjalankan tugas sebagai Direktur Utama selain menjalankan tugasnya sebagai Direktur Produksi sampai dengan diangkatnya Direktur Utama yang definitif. 
     
    Berikut Susunan Direksi Bio Farma periode 2017. Plt. Direktur Utama merangkap Direktur Produksi : Juliman ; Direktur Keuangan : Pramusti Indrascaryo ; Direktur Perencanaan dan Pengembangan : Sugeng Raharso ; Direktur Pemasaran : M. Rahman Rustan ; Direktur SDM & Umum : Disril Revolin Putra.
     
    Tantangan Bio Farma ke depan
     
    Dalam acara Perkenalan dan Pengarahan Direksi baru pada seluruh karyawan tanggal 19 Juli 2017, Juliman mengatakan, tantangan Bio Farma akan semakin berat, karena akan semakin banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang Vaksin dan Life Science, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, dan kebutuhan vaksin untuk program imunisasi nasional, akan semakin banyak. “Penguasaan teknologi menjadi faktor penentu dalam pengembangan produk maupun bahan baku dan alat kesehatan di industri farmasi, sinergi dengan negara-negara maju melalui transfer teknologi, sehingga produk-produk yang dihasilkan akan mampu bersaing di pasar Internasional”, ujar Juliman.
     
    Juliman menambahkan, adanya penambahan program vaksin wajib yang akan masuk kedalam program imunisasi nasional seperti vaksin Measles Rubella (MR) yang akan dicanangkan pada bulan Agustus 2017 mendatang di Pulau Jawa “Program ini akan diterapkan di pulau jawa terlebih dahulu, dan diharapkan pada tahun 2018 akan dilaksanakan di luar pulau Jawa dan pada tahun 2019 diseluruh provinsi di Indonesia, kemudian di tahun 2019 pemerintah akan menetapkan vaksin MR sebagai vaksin wajib untuk anak usia 5 bulan -15 tahun”. 
     
    Sementara itu, Rahman Rustan, Direktur Pemasaran Bio Farma mengatakan, “time to market yang tepat merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing Bio Farma baik di tingkat global maupun nasional, “Dengan struktur organisasi yang tepat maka akan tercipta kordinasi yang efektif sehingga time to market, on time project dan peningkatan market share akan tercapai” ujar Rahman. 
     
    Rahman menambahkan, “kedepannya, diharapkan, selain peningkatan market share, Bio Farma sebagai perusahaan yang mengemban amanah dalam bidang Vaksin dan Bio Farmasetikal berdasarkan roadmap farmasi nasional, akan menerapkan market diplomacy dengan menempatkan karyawannya di organisasi strategis baik di tingkat nasional maupun global”. 
     
    Saat ini Bio Farma sudah berkembang jauh dari semula produsen vaksin dan antisera menjadi perusahaan Life Science. Hal ini memiliki makna bahwa tantangan Bio Farma kedepan dikuatkan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 mengenai Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Percepatan terus dilakukan untuk mewujudkan kemandirian industri farmasi dalam pengembangan produk, bahan baku, vaksin, produk bioteknologi dan alat kesehatan. (Pun)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus