Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Di Karawang, terdapat 270 Balita Gizi Buruk

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24159.JPG

    KARAWANG-Di Kabupaten Karawang tercatat hampir di setiap kecamatan terdapat balita yang mengalami gizi buruk. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, sepanjang tahun 2016 ada sekitar 270 orang balita penderita gizi buruk sangat kurus dengan jumlah penderita tertinggi berasal dari Kecamatan Pedes.

    Dari hasil rekapitulasi tersebut, hanya ada lima kecamatan di tahun 2016 yang bebas dari gizi buruk di antaranya Kecamatan Pangkalan, Ciampel, Telukjambe Barat, Tempuran, dan Pakisjaya. 

    Oleh karenanya, untuk meminimalisir terjadinya gizi buruk pada balita di tahun 2017 ini, dimana dari data sementara sudah terdata sekitar 97 orang balita yang menderita gizi buruk sangat kurus dari berbagai Kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang terus melakukan sejumlah upaya, di antaranya adalah mendirikan pos pemulihan gizi dan klinik rawat jalan serta pemberian makanan tambahan. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan penanggulangan gizi berbasis masyarakat di beberapa Puskesmas.

    Hal ini di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Yuska Yasin, pada saat Rapat Koordinasi Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat dan Program UKS Dengan Lintas Sektoral dan Lintas Program yang digelar di Hotel Swiisbell-in pada hari Kamis (20/7/2017).

    Menurutnya, berdasarkan data yang ada, masalah gizi buruk masih sangat perlu mendapatkan perhatian serius dari setiap instansi terkait. Sebab 70 persen penanganan masalah gizi memerlukan dukungan baik itu dari lintas sektoral, lintas program, dan juga dukungan masyarakat.

    Dikatakannya, agar penanganan kasus gizi tersebut dapat berjalan efektif dan optimal, maka dukungan lintas sektoral amat diperlukan. Dimana instansi terkait dapat memberikan masukan bagi peningkatan kinerja pelayanan gizi untuk dipaduserasikan dalam mendukung program yang ada.

    "Harapannya kepada semua Organisasi Perangkat Daerah, para Camat dan Tim Penggerak PKK lintas program dan lintas sektoral dapat terus bersama-sama bersinergi memperbaiki nilai gizi, dan Dinas Kesehatan sendiri paling utama adalah memperbaiki gejala-gejala penyertanya," jelasnya.

    Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna, menyampaikan bahwa ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan terkait pentingnya investasi perbaikan status gizi yang harus dianggap sebagai sebuah investasi cerdas yang diharapkan dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Negara 2 hingga 3 persen per Tahun.

    Sekda menegaskan, bahwa penting untuk mengakhiri kekurangan gizi (malnutrisi) melalui program lintas sektoral yaitu melalui pemberdayaan wanita, pendidikan, perlindungan sosial, pertanian dan sistem pangan, serta kesehatan yang semuanya bermuara pada peningkatan status gizi masyarakat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus