Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dedi Mulyadi Prihatin Ruang Seni Dipersempit

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24163.jpg

    BANDUNG-Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, merasa prihatin ruang seni yang ada di Jawa Barat dipersempit. Pasalnya, ruang seni mengingatkan masyarakat akan nilai sejarah kebangsaan maupun budaya.

    "Sederhana saja, ruang seni itu untuk mengingatkan masyarakat kepada nilai sejarah, baik sejarah kebangsaan yang saya gambarkan lewat patung-patung pahlawan maupun sejarah kebudayaan yang dilambangkan dengan patung wayang," katanya kepada wartawan di Gedung YPK Bandung, Sabtu (22/7/2017).

    Dedi menilai, generasi muda lebih mengenal super hero dari luar negeri ketimbang tokoh pewayangan yang mengingatkan budaya kita sendiri.

    "Mereka lebih tahu Superman, Batman, Spiderman, bahkan Doraemon tetapi tidak mengenal tokoh pewayangan seperti Gatot Kaca dan Arjuna," tuturnya.

    Ruang seni pun, dikatakan Dedi, secara demografis bisa menunjukkan tempat sehingga memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Dengan kata lain, bisa menjadi penunjuk arah perjalanan.

    "Dari sisi demografi menunjukan tempat sehingga orang sangat mudah tujuannya mau kemana atau ditunggu di mana. Dua hal itu memudahkan masyarakat kok, apa bedanya dengan petunjuk arah," ungkapnya.

    Selain itu, ruang seni melahirkan watak estetis sehingga bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.

    "Setelah itu, lahir taman kemudian lahannya jadi bersih kan jauh lebih baik dibanding dengan tempat-tempat yang kumuh," imbuhnya.

    Dedi mengaku dana pembangunan patung di Kabupaten Purwakarta berasal dari sumbangan para seniman ternama. Umumnya berbentuk lukisan yang banyak disumbangkan para seniman dan yang terakhir pembuatan air mancur buah karya ahli elektrik bernama Heri asal Purwakarta.

    Dedi menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta akan tetap menjaga keberadaan ruang seni sekaligus ruang terbuka hijau bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi yang mengatur tata ruang kota tersebut.

    Ruang seni pun berdampak positif bagi pertumbuhan industri pariwisata Kabupaten Purwakarta yang mampu mendatangkan 1,2 juta wisatawan setiap tahun.

    "Saya pikir akan tetap dijaga karena berdampak pada industri pariwisata, Karena kunjungan wisatawan setiap akhir pekan hampir 100 ribu orang. Sehingga, dalam satu tahun mampu mendatangkan wisatawan sebanyak 1,2 juta orang. Maka, tidak mungkin pemerintah tidak memperhatikan itu, karena pariwisata sudah menjadi roh kreativitas publik," paparnya.

    Dedi menambahkan, pihaknya kini memprioritaskan dua sektor pembangunan yaitu untuk di perkotaan melakukan pembongkaran rumah di pinggir jalan untuk pembangunan ruang terbuka hijau sedangkan di pedesaan membeli mata air.

    "Ini dilakukan sebagai antisipasi suatu saat tidak memiliki ruang terbuka hijau di perkotaan dan tidak memiliki mata air di pedesaan," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus