Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pengguna E-Tol di Indonesia Masih Minim

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24204.jpg

    BANDUNG-Pengguna sistem pembayaran tol secara elektronik (e-toll) di Indoesia masih rendah, yaitu baru mencapai 29 persen. Dengan pengguna tertingi e-toll masih di dominasi tol dalam kota sekitar 38 persen.

    General Manager PT Jasa Marga (Persero), Setia Budi, menjelaskan, saat ini pengguna e-toll di Gardu Tol Otomatis (GTO) di gerbang tol Purbaleunyi baru mencapai 20 persen.

    "Khusus di Jasa Marga rata-rata baru 29 persen, karena penetrasi pengguna e-toll di beberapa daerah Indonesia masih rendah seperti di Medan. Pengguna e-toll tertinggi ada di ruas tol dalam kota sampai 38 persen," katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (26/7/2017).

    Untuk itu, Jasa Marga meminta peran serta masyarakat agar berpartisipasi mensosialisasikan pembayaran e-toll yang berlaku mulai 1 Oktober 2017.

    Setia menerangkan, ajakan untuk penggunaan dengan transaksi non tunai sudah dilakukan oleh pihaknya sejak jauh hari. Baik itu melalui media sosial maupun sosialisasi yang berbentuk himbauan yang bertujuan mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi dengan non tunai. Jasa Marga pun sudah mengantisipasi jika pada 1 Okrober seluruh masyarakat belum menggunakan e-toll.

    "Sejak bulan Februari kami sudah melakukan sosialisasi, baik di media sosial maupun melalui himbauan. Masalah di 1 Oktober itu, apabila belum 100 persen masyarakat menggunakan e-toll, kita sudah mengantisipasi hal itu, tapi di sini dibutuhkan peran serta masyarakat," paparnya.

    Setia menilai sistem pembayaran non tunai ini bisa dikatakan merubah kebiasaan masyarakat ketika uang tunai diganti dengan yang elektronik.

    "Bisa dibilang ini merubah budaya yah, yang terbiasa dengan uang tunai diganti dengan uang elektronik," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus