Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pasokan Garam di Jabar Minim

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24225.jpg

    BANDUNG-Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Hening Widyatmoko, mengatakan pasokan garam untuk wilayah Jawa Barat terbilang minim sehingga garam yang beredar di pasaran berkurang, bahkan langka.

    "Saya belum mendapat laporan resmi dari Kab/Kota tentang penyebab atau pemicu kelangkaan garam di Jabar," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (27/7/2017).

    Widi, begitu sapaan Kadis Indag Jabar, menjelaskan distributor garam mengalami pengurangan pasokan dari penyalur utama PT. Garam (persero).

    Seperti diketahui, bahwa terdapat dua jenis garam yakni garam konsumsi, atau nama lain untuk pengguna rumah tangga disebut garam meja, dan Garam industri, yaitu bahan yang digunakan oleh industri pengolah pangan, kosmetika, dan pertambangan. 

    Dikatakan Widi, garam konsumsi tergolong dalam produk yang wajib SNI dengan 13 syarat yang salah satunya kadar keasinan (NaCl) minimal 97 persen. Garam rakyat masih lebih rendah dari kebutuhan. Sementara garam industri lebih ketat lagi persyaratannya dan diimpor. 

    "Sejauh yang saya ketahui, berlakunya hukum pasar, barang berkurang pasokan dan kebutuhan tetap, maka harga naik," ungkapnya.

    Kelangkaan garam saat ini dipicu salah satunya karena sejumlah gagal panen yang terjadi. Beberapa daerah penghasil utama garam di Jawa Timur seperti di pulau Madura megalaminya, disebabkan kemarau saat ini kemarau basah. Padahal produksi garam sangat bergantung pada matahari. Jadi di hulu terjadi kendala produksi, di hilir terkena dampak harga naik. 

    Selain itu, produksi garam rakyat sulit memenuhi persyaratan wajib SNI, yakni beryodium, sehingga sebagian garam rakyat yang di produksi di Indarmayu dan Cirebon sulit mendapatkan harga yang sesuai disamping saat ini terkendala cuaca kemarau basah.

    "Kami masih mencoba berkoordinasi dengan Kab/Kota untuk mendata seberapa besar kelangkaan garam terjadi. Bila sangat  mendesak, kami akan minta Kemendag membantu menambah pasokan garam konsumsi untuk menekan harga garam di pasar," pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus