Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Optimis Geopark Ciletuh Jadi Destinasi Wisata Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24312.jpg

    BANDUNG-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Ida Hernida mengaku optimis bahwa kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), Kabupaten Sukabumi akan menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Pasalnya, geopark ini menjadi satu-satunya perwakilan wisata yang mewakili Indonesia untuk diajukan menjadi UGG setelah sebelumnya ditetapkan dua nama lainnya, yakni Gunung Batur dan Gunung Sewu.

    Ida menyebutkan, hasil dari penilaian tim assesor dari UNESCO Global Geopark (UGG) yang melakukan penilaian terhadap kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu (GNCP), Kabupaten Sukabumi, 1 sampai 4 Agustus 2017 itu, akan dibawa ke Cina untuk dibahas di sana pada bulan September mendatang.

    Sedangkan untuk penetapan GNCP sebagai UNESCO Global Geopark akan dibahas dan ditetapkan di Roma Italia pada 2018 mendatang.

    "Ditetapkan atau tidaknya GNCP akan ditentukan pada rapat pleno di Roma Italia, September 2018 mendatang. Tapi kita yakin, karena seluruh data dan kelengkapan sudah masuk ke tim assesor UNESCO," kata Ida dalam keterangan resminya yang diterima di Bandung, Rabu (2/8/2017).

    Ida mengungkapkan, akan penetapan GNCP menjadi UGG ini diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian masyarakat serta bisa menjadi peningkatan PAD dari aktifitas pariwisata, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

    "Ketika GNCP ini menjadi UGG maka akan ada peningkatan ekonomi dari berbagai bidang, dan akan menjadi peningkatan PAD karena setelah menjadi UGG Ciletuh akan menjadi tujuan wisata dunia," tuturnya.

    Adapun Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menuturkan Kabupaten Sukabumi memiliki kawasan Ciletuh Palabuhanratu sebagai potensi geologi (batuan) yang luar biasa indahnya dengan karakteristik yang khas dan jarang ditemui di dunia.

    "Keunggulan tersebut terletak pada perpaduan antara bentang alam pantai dan perbukitan, air terjun, keunikan batuan geologi dan keanekaragaman Hayati, flora dan fauna, serta keragaman budaya yang sulit ditemukan di wilayah lainnya," tutur Marwan.

    Ia menambahkan, kawasan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu memiliki tiga unsur keragaman, diantaranya keragaman geologi (geo-diversity), keragaman hayati (bio-diversity), dan keragaman budaya (cultural-diversity).

    "Kegiatan yang ada di Geopark Ciletuh meliputi konservasi, pendidikan, dan geowisata. Dengan keunikan sumber daya geologi yang ada, menjadikan kawasan ini layak untuk dilestarikan dan dikembangkan sebagai kawasan geopark yang memiliki potensi wisata lengkap dan pengembangan ilmu pengetahuan (sebagai laboratorium alam geologi)," ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Tim penilai perwakilan Unesco, Alexandru Andrasanu mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menerima dan menjamu kehadirannya dengan tim secara baik dan bernuansa tradisional. Serta, ia pun merasa nyaman dengan suasana di Indonesia, khususnya di Kota Palabuhanratu.

    "Penilaian yang akan kami lakukan selama empat hari, dari tanggal 1 sampai 4 Agustus 2017 yaitu di wilayah Palabuhanratu, Geyser Cipanas, dan Kampung Adat Sirnaresmi. Selanjutnya kami akan melihat geosite yang ada di kawasan ciletuh," pungkasnya. (MAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus