Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Emil Sebut Hobi Filateli Bisa Jadi Investasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24321.jpg

    BANDUNG-Memiliki hobi mengoleksi perangko atau lebih dikenal dengan filateli bisa menjadi investasi. Mengingat, satu buah perangko yang unik bisa mencapai Rp 13 Miliar.

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil (Emil) mengatakan perangko bisa dihargai mencapai miliaran rupiah karena memiliki nilai sejarah.

    "Filateli ini bisa menjadi investasi karena perangko bisa dihargai miliaran rupiah," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (3/8/2017).

    Selain itu, perangko paling tua dan langka memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga generasi muda memiliki semangat untuk mengoleksi perangko.

    "Ini bisa menumbuhkan semangat bagi anak muda untuk berinvestasi di prangko atau hunting prangko tua yang memiliki nilai ekonomi dan edukasi," ungkapnya.

    Berkenaan dengan terpilihnya kota Bandung sebagai tuan rumah pameran Filateli Internasional, Walikota Bandung mengapresiasi bahwa kota kembang memiliki kapasitas merayakan kegiatan internasional yang bertujuan meningkatkan ekonomi.

    "Saya mengucapkan terima kasih karena menjadi tuan rumah pameran filateli dunia ini rebutan, terima kasih ke persatuan filateli Indonesia, Pak Suyono, kedua PT Pos membuktikan bahwa kota Bandung mempunyai kapasitas merayakan event-event internasional yang dapat meningkatkan ekonomi," paparnya.

    Emil berharap dengan seringnya diadakan kegiatan level internasional tersebut bisa mendorong wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

    Hobi filateli ini kan unik, jadi investasi berdasarkan satu prangko yang harganya sampai 13 miliar, karena mengandung unsur sejarah 

    "Bandung sebagai kota wisata tidak melulu datang untuk belanja tapi datang untuk acara, jadi convention exhibition itu penting," pungkasnya. (RAHMAT)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus